BGN Bekukan SPPG Padalarang Imbas Dugaan Keracunan MBG

Pengawas SPPG Bandung Barat, Fauzan Azima saat meninjau SPPG di Padalarang. Senin (14/9). Dok Jabar Ekspres/Su
Pengawas SPPG Bandung Barat, Fauzan Azima saat meninjau SPPG di Padalarang. Senin (14/9). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Selain memeriksa dugaan penyebab gangguan kesehatan, tim juga mengevaluasi penerapan SOP di dapur SPPG. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah catatan yang masuk kategori mayor dan minor.

“Beberapa SOP memang belum maksimal dilakukan. Ada catatan yang sifatnya mayor dan ada juga minor. Kalau mayor, itu wajib diperbaiki sebelum operasional bisa berjalan kembali,” tuturnya.

Salah satu temuan mayor berkaitan dengan proses pencucian ompreng yang masih dilakukan di lokasi terpisah. Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan dan keamanan makanan.

Baca Juga:PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Konektivitas Gas Bumi NasionalTingkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Barat, BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Bandung

“Yang menjadi salah satu catatan mayor adalah pencucian ompreng yang masih dilakukan di tempat terpisah. Itu harus diperbaiki karena menyangkut kesehatan dan kebersihan peralatan,” ucap Fauzan.

Selain persoalan tersebut, terdapat sejumlah catatan minor terkait alur dan pelaksanaan SOP di dalam dapur. Pihak pengelola melalui kepala SPPG telah diminta segera menindaklanjuti seluruh temuan tersebut bersama pihak kemitraan.

Di sisi lain, Fauzan memastikan proses penyajian makanan selama ini telah memperhatikan ketentuan waktu distribusi. Terlebih, sejumlah sekolah penerima manfaat berada tidak jauh dari lokasi SPPG.

“Kalau dari waktu penyajian sudah sesuai SOP. Untuk sekolah yang paling dekat, jaraknya hanya sekitar 200 sampai 300 meter, jadi setelah makanan selesai langsung kami distribusikan,” katanya.

Ia menambahkan, petugas SPPG juga diwajibkan berada di lokasi pada jam-jam kritis, yakni mulai pukul 02.00 hingga 08.00 WIB. Sebelum makanan didistribusikan kepada siswa, makanan juga dicicipi terlebih dahulu oleh petugas.

“Kami standby di jam-jam kritis. Sebelum makanan didistribusikan, kami juga mencicipinya terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya,” tandasnya. (Wit)

Laman:

1 2
0 Komentar