JABAR EKSPRES – Rencana penutupan Jalan Kolonel Masturi (Kolmas), Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), selama dua bulan mulai dikeluhkan warga.
Pasalnya, jalur alternatif yang disiapkan dinilai terlalu jauh dan berpotensi membuat waktu tempuh serta pengeluaran bahan bakar meningkat.
Indra (45), warga Kecamatan Parongpong, mengatakan dirinya setiap hari bekerja di kawasan Lembang dan sangat mengandalkan Jalan Kolmas sebagai akses tercepat.
Baca Juga:Proyek Belum Dibayar Desa, Warga Mekarsari Jadi Korban Penutupan JalanBukan Sekadar Penutupan Jalan, Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Arus Imbas Dua Proyek Besar
“Kalau ditutup total 60 hari tentu sangat berat buat saya,” kata Indra, Rabu (9/9/2026).
Meski mendukung perbaikan jembatan, Indra keberatan jika Jalan Kolmas harus ditutup total selama dua bulan. Menurutnya, penutupan tersebut akan menyulitkan warga yang sehari-hari mengandalkan akses tersebut.
“Kami mendukung perbaikan jembatan, tapi jangan sampai akses ditutup total karena jalur alternatifnya terlalu memutar,” katanya.
Ia menilai pengalihan kendaraan melalui Jalan Sersan Bajuri maupun Cihideung akan membuat warga harus menempuh perjalanan lebih jauh. Kondisi itu dikhawatirkan membebani masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya.
“Kalau lewat Cihideung itu muter jauh. Waktu tempuh bertambah, bensin juga pasti lebih banyak. Kalau setiap hari lewat situ, selama dua bulan tentu pengeluarannya terasa,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Risty Bela (31), warga Lembang. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan dampak penutupan terhadap masyarakat yang selama ini bergantung pada Jalan Kolmas sebagai akses sehari-hari.
“Yang kami keberatan itu bukan perbaikannya, tapi kalau harus ditutup total selama 60 hari. Jalur alternatif lewat Sersan Bajuri atau Cihideung itu lebih jauh dan pasti makan waktu,” katanya.
Baca Juga:Penutupan Bundaran Pangdam Jatinangor Dikeluhkan, Ojol dan Pedagang Mengaku Omzet Turun DrastisPedagang Terdampak Penutupan Terminal Cicaheum Akan Dapat Kompensasi, Farhan: Sedang Dimatangkan
Risty juga khawatir pengalihan arus kendaraan dalam jumlah besar justru menimbulkan kemacetan di jalur alternatif. Selain waktu tempuh bertambah, biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan warga juga berpotensi meningkat.
“Kalau setiap hari harus muter, otomatis waktu dan bensin bertambah. Apalagi kalau Sersan Bajuri nanti dipakai semua kendaraan dari Kolmas, jangan sampai malah macet di sana,” tandasnya.
Adapun rencana penutupan Jalan Kolmas berkaitan dengan pengerjaan penggantian Jembatan Keramat oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Pengerjaan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 60 hari atau dua bulan.
