Warga Keluhkan Rencana Penutupan Kolmas, Jalur Alternatif Dinilai Terlalu Jauh

Warga Keluhkan Rencana Penutupan Kolmas, Jalur Alternatif Dinilai Terlalu Jauh
Jalan Kolonel Masturi menjadi salah satu jalur utama yang dipakai warga Parongpong ke Lembang maupun sebaliknya. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Salah satu opsi rekayasa lalu lintas yang tengah disiapkan yakni mengalihkan kendaraan dari arah Lembang menuju Parongpong, Cisarua, Padalarang, Cimahi dan sekitarnya melalui Jalan Raya Lembang-Ledeng-Jalan Sersan Bajuri. Rekayasa serupa juga akan diterapkan bagi kendaraan dari arah sebaliknya.

Sementara itu, kendaraan besar seperti bus akan diarahkan melalui jalur utama Jalan Raya Lembang. Rekayasa tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pengerjaan jembatan berlangsung.

Kapolsek Lembang Kompol Dana Suhenda mengatakan, pihaknya telah mengikuti rapat terkait rencana rekayasa lalu lintas dalam rangka pengerjaan pelebaran jembatan tersebut.

Baca Juga:Proyek Belum Dibayar Desa, Warga Mekarsari Jadi Korban Penutupan JalanBukan Sekadar Penutupan Jalan, Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Arus Imbas Dua Proyek Besar

“Ya betul, kemarin sudah dilaksanakan rapat terkait rencana rekayasa jalan dalam rangka pelebaran jembatan Kolmas di dekat Imah Seniman,” kata Dana, belum lama ini.

Meski demikian, Dana menegaskan belum ada keputusan final mengenai rencana penutupan maupun skema rekayasa lalu lintas. Rapat lanjutan akan dilakukan untuk membahas rencana tersebut.

“Jadi belum ada rencana penutupan jalan, nanti juga akan diadakan rapat lanjutan rencana penutupan jalan berkaitan dengan agenda pelebaran jembatan tersebut,” ujarnya.

Papan informasi mengenai pekerjaan penggantian Jembatan Keramat juga telah terpasang di lokasi. Proyek yang berada di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat tersebut dikerjakan CV Sudut Siku dengan nilai kontrak Rp4.678.462.773,78.

“Sementara ini, informasinya demikian (dua bulan). Nanti rekayasa akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan provinsi, KBB, dan tentunya kepolisian. Kemudian akan disosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Dana. (Wit)

0 Komentar