Pemprov Minta Waktu Tuntaskan Penataan Lapangan Gasibu

Warga beraktivitas di trotoar di samping spanduk informasi penutupan kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Ra
Warga beraktivitas di trotoar di samping spanduk informasi penutupan kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penutupan sementara Lapangan Gasibu mulai 1 September 2026 dalam rangka mendukung pelaksanaan penataan. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat bakal menata kawasan Lapangan Gasibu. Hal itu juga untuk merespon sejumlah kritik yang muncul di masyarakat.

Berkaitan dengan penataan itu, Pemprov kemudian menutup Lapangan di depan Gedung Sate itu mulai 1 September. Dan dijadwalkan bakal berlangsung hingga awal tahun 2027 nanti.

Penataan Gasibu sendiri sebenarnya juga sudah berjalan secara bertahap. Itu beriringan dengan penataan Halaman Gedung Sate.

Baca Juga:Tembus 10 Juta Views! “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Viral di Shopee 9.9Jateng Matangkan Persiapan Menyambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional XXXI

Namun beberapa kritik mengalir dari masyarakat. Salah satunya terkait trotoar atau akses jalan yang terlalu tinggi sehingga cukup menyulitkan sejumlah masyarakat.

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menuturkan, penataan kawasan Gasibu bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik tersebut. “Itu kan ruang publik juga, kami perbaiki agar nyaman, ” katanya, Selasa (1/9).

Menurutnya, perbaikan fasilitas menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat menggunakan Gasibu dengan nyaman. Kondisi lintasan yang kurang baik, berpotensi menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan. “Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan karena jogging track nya kurang baik, ” tuturnya.

Menurut Herman, Lapangan Gasibu setelah penataan akan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan proses penataan tersebut.

“Nanti akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Karena itu, berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan,” cetusnya.

Namun Herman juga terbuka terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan saran apabila dalam proses maupun setelah penataan masih ditemukan kekurangan. Itu semata untuk penataan yang lebih baik. (son)

0 Komentar