IAPE Bandung 2026: Inspirasi Bisnis Produksi dan Dekorasi Pakaian di Jabar

IAPE
Sejumlah pengunjung saat melihat beragam mesin di Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026, kembali digelar di Bandung, 2-5 September 2026 di Bandung Convention Centre, Kota Bandung. Tahun ini, merupakan perhelatan ke-11 digelar di Bandung.

Untuk diketahui, IAPE menjadi pameran apparel decorate satu-satunya terbesar di Jawa Barat. Dengan menampilkan mesin dan perlengkapan pendukung produksi apparel (pakaian dan turunannya) seperti bahan kain, alat dan perlengkapan sablon, mesin jahit, mesin bordir, mesin DTG, mesin DTF, mesin cutting, heat press, dan aneka ragam mesin digital printing (UV, sublime) dan lain sebagainya.

“IAPE menjadi pameran yang memberikan wawasan dan inspirasi bagi berkembangnya bisnis produksi dan dekorasi pakaian, seiring meningkatnya juga tren fashion berbasis hobi seperti jersey, bikeriders, dan lain sebagainya,” kata Direktur Moremedia Indonesia, Bryan W. Arsaha kepada media, Rabu (2/9).

Baca Juga:Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan — Batam — PadangTransformasi di Bawah Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026

Bryan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II tahun 2025 ini berada di angka 5.23%, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) masih dianggap salah satu sektor padat karya yang penting bagi manufaktur nasional, di kuartal pertama tahun 2025 kinerja industri tekstil masih solid dengan nilai ekspor di TPT mencapai USD 2.99 Miliar, naik 1.53% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Hal ini tentunya membangkitkan optimisme, di tengah isu tantangan yang muncul seperti impor barang dengan harga sangat murah, dan kebijakan tarif ekspor dari negara lain yang kurang mendukung,”ungkapnya.

Di satu sisi, kata Founder IAPE, Aulia Sunhandhyka, teknologi berkembang dengan sangat cepat dan menawarkan banyak hal yang belum ada di zaman sebelumnya. Peningkatan permintaan custom printing, print on demand, permintaan dengan skala yang lebih kecil atau satuan, juga kesadaran terhadap produk yang lebih ramah lingkungan (isu sustainibility, print ecofriendly) ini menjadi peluang yang dapat dimaksimalkan, khususnya bagi sektor usaha skala kecil dan menengah yang menjadi penopang ekonomi di Indonesia.

“Pameran IAPE 2026 Bandung diharapkan dapat menjembatani perkembangan teknologi tersebut untuk dapat memberikan dampak positif bagi tren produksi dan dekorasi Apparel di Indonesia,” kata Aulia.

0 Komentar