Stok Beras di Bandung Aman, Farhan: Bulog Jamin Ketersediaan

Pedagang mengemas karung berisi beras di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026). Foto: Dimas Rachmatsy
Pedagang mengemas karung berisi beras di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan stok beras yang berada dalam pengelolaan Bulog masih dalam kondisi aman.

Namun, masyarakat diingatkan untuk memahami bahwa jaminan ketersediaan beras Bulog tidak berarti seluruh warga dapat memilih jenis maupun kualitas beras sesuai keinginannya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kondisi stok beras perlu dilihat secara menyeluruh. Pemerintah memang harus memastikan ketersediaan pangan pokok tersebut tetap aman, tetapi pada saat yang sama mekanisme pasar tetap berlaku untuk jenis beras tertentu, terutama beras dengan kualitas premium.

Baca Juga:Mahasiswa POLSUB Ciptakan Kopi Robusta Rendah Kafein dari Limbah Kulit dan Bonggol NanasJenguk Wartawan yang Terbaring Sakit, Kapolres Tasikmalaya Bawa Pesan Kepedulian

“Yang penting ini, stok beras itu kita mesti melihatnya secara keseluruhan. Stok beras di Bulog aman,” ujar Farhan, Selasa (1/9).

Menurut Farhan, Bulog memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat. Namun, stok yang dijamin melalui Bulog tidak dapat dipahami sebagai ketersediaan semua jenis beras dengan kualitas yang bisa dipilih masyarakat.

“Kalau kita bicara stok beras di Bulog, nggak bisa milih,” katanya.

Farhan bahkan menggambarkan kondisi tersebut dengan gaya bercanda. Menurutnya, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi beras kualitas premium tidak bisa kemudian mengharapkan seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi melalui stok Bulog.

“Aduh, saya memang biasa yang anak raja gitu ya, yang premium,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin memperoleh beras dengan kualitas tertentu harus mengikuti mekanisme pasar. Sementara pemerintah melalui Bulog berfokus pada aspek ketersediaan dan distribusi beras yang menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah.

Farhan menyebut Bulog bertanggung jawab terhadap sekitar 30 persen distribusi beras. Porsi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga agar kebutuhan beras masyarakat tetap tersedia.

Baca Juga:Cegah Polisi Main Judol, Propam Polres Tasikmalaya Mendadak Periksa HP Seluruh PersonelRp86 Miliar Digelontorkan untuk Irigasi Tasikmalaya, Naik 3 Kali Lipat dari Tahun Lalu

“Bulog itu bertanggung jawab kepada distribusi 30 persen beras,” katanya.

Dengan porsi tersebut, Farhan memastikan beras yang menjadi bagian dari jaminan Bulog dapat diperoleh oleh seluruh masyarakat Kota Bandung.

“30 persen beras ini dijamin oleh Bulog akan bisa didapatkan untuk semua warga Kota Bandung,” ujar Farhan.

Namun, jaminan tersebut tidak berarti masyarakat bebas memilih kualitas beras yang tersedia melalui jalur Bulog. Menurut Farhan, pilihan kualitas, khususnya bagi masyarakat yang menginginkan beras premium, tetap mengikuti mekanisme pasar.

0 Komentar