Kenal di Rinjani, Lanjut Naik Kerinci, Pasangan Ini Akhirnya Menikah

Hanif dan Frizka (depan) di puncak Gunung Kerinci, Juni 2025/Ist
Hanif dan Frizka (depan) di puncak Gunung Kerinci, Juni 2025/Ist
0 Komentar

Oleh: Mochamad Rona Anggie

Jodohmu di gunung! Ini benar adanya. Mau di gunung mana pun, pasti berkesan. Apalagi di Rinjani. Bakal jadi kenangan indah buat kedua mempelai. Seindah Rinjani itu sendiri, kawan!

Saya tidak tahu persis, kapan Hanif mulai curi-curi pandang ke Frizka. Yang pasti kami kumpul di penginapan Rinjani Guest House, Sabtu (1/6/2024). Tergabung dalam sebuah perjalanan bersama (open trip) memakai jasa Tiga Dewa Adventure.

Hanif Wicaksono datang bareng pendaki dari Tangerang Selatan. Saya dari Cirebon. Frizka Amalia dari Jakarta. Total ada 21 pendaki. Termasuk empat sekawan dari Kuala Lumpur (Sarah Ghalibah, Hilal, Nuga, dan Chong). Jadwal petualangan kami di Rinjani, 1-4 Juni 2024. Rute: Sembalun-Torean.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Buka Pendaftaran Binlat Khusus Santri, Ada Syarat Hafal 3 Juz Al-Qur’anTrimulia Amankan Tiket Final Usai Kalahkan Juara Bertahan Charets

Asyiknya nanjak ikut open trip, kita bakal punya kenalan baru. Saya yang berstatus ayah lima anak, senang berjumpa Pak Orick yang sudah beruban dikawal sang nyonya. Lalu ada Uda Johny dan istrinya, Pak Bayu, Yoke, Rendi, Annisa, Irvan (Makassar), Dhio (Ambon), Michael (Kalimantan), serta bos rotan asal Cirebon, Teguh Umbara.

Panah Asmara

Ahad pagi (2/6/2024), semua pendaki mengurus perizinan ke kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Resor Sembalun. Kepala TNGR Resor Sembalun, Taufikkurahman, adalah pemilik penginapan yang kami singgahi. Letaknya di belakang gerbang TNGR.

Beres registrasi, kami diangkut pikap menuju titik awal pendakian: Kandang Sapi. Diberi nama demikian, karena di padang rumput itu sapi-sapi berkeliaran. Jangan-jangan pas senda-gurau di atas pikap, Hanif mulai ngelirik Frizka. Pantesan dia suka cengengesan sendiri.

Tanah berdebu menyambut kami di gerbang Kandang Sapi. Pendaki Nusantara, Asia, dan Eropa, bersiap memulai petualangan. Ada yang jalan kaki selama tiga jam ke Pos 2 Tengengean. Ada yang pakai ojek seperti kami, durasi 20 menit ke Pos 2 dengan ongkos Rp200.000/orang.

Sampai di Pos 2, selesai cek ulang oleh petugas, para pendaki menuju camp area Plawangan. Jalur berliku dengan tanjakan terjal. Melewati “Tujuh Bukit Penyesalan”. Pastinya Hanif enggak nyesel, karena ada Frizka di situ. Semangat mereka menyala-nyala!

0 Komentar