Camat Cihaurbeuti, Enok Kursilah, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap gerakan kolektif ini.
Menurutnya, peredaran miras adalah ancaman serius yang dapat merusak generasi muda dan menciptakan ketidakharmonisan dalam masyarakat.
Oleh karena itu, dukungan penuh dari semua elemen sangat diperlukan untuk memastikan program ini berjalan tuntas hingga ke pelosok desa.
Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat
“Kami berharap Cihaurbeuti benar-benar tuntas dan bersih dari miras maupun narkoba,” tutur Camat Enok.
Dukungan serupa juga mengalir dari tokoh agama dan ormas Islam. Sekretaris MUI Kecamatan Cihaurbeuti, Muhammad Ahyus Sal Yusron, serta perwakilan ormas, Dadi Supriadi, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan langkah mulia untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Mereka mengimbau agar peran orang tua dan lembaga pendidikan ditingkatkan dalam mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif miras dan narkoba.
“Kami sangat bahagia dengan adanya kolaborasi ini demi menyelamatkan generasi penerus. Kami minta orang tua dan lembaga mengawasi gerak-gerik anak-anak agar tidak terjerumus,” kata Dadi.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, seorang warga yang diketahui berinisial IG, yang sebelumnya kedapatan menjual minuman keras, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan para aparat dan tokoh masyarakat.
Ia menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan berkomitmen untuk menghentikan aktivitas penjualan minuman beralkohol. “Saya memohon maaf kepada seluruh warga Cihaurbeuti karena telah melanggar aturan. Saya berjanji tidak akan berjualan miras lagi,” ucap IG. (CEP)
