Harga Ayam Negeri di Bandung Terus Naik, Pedagang dan Pembeli Mulai Mengeluh

Pedagang mengemas daging ayam ras pesanan pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (26/8/2026)
Pedagang mengemas daging ayam ras pesanan pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (26/8/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Namun memasuki Agustus, tekanan harga kembali muncul. Pemerintah Kota Bandung sebelumnya menyebut pasokan ayam sebenarnya relatif aman, tetapi peningkatan permintaan, terutama selama musim liburan dan tingginya aktivitas wisata di Kota Bandung, menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga.

Dengan tren tersebut, harga ayam di Pasar Kosambi kini telah meningkat sekitar Rp9.000 hingga Rp13.000 per kilogram dibandingkan harga pertengahan Juli ketika ayam masih berada di kisaran Rp32.000-Rp36.000 per kilogram.

Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah dapat menjaga pasokan sekaligus mengendalikan rantai distribusi agar kenaikan harga tidak semakin membebani konsumen.

Baca Juga:Tiga Ruas Jalan Rampung, Bupati Cecep: Mudah-mudahan Tak Ada Lagi Mobil TerperosokKapolres Tasikmalaya Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Melayani Masyarakat

Bagi pedagang, stabilnya harga ayam juga penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan omzet penjualan di pasar tradisional.

Sementara bagi konsumen, ayam yang menjadi salah satu sumber protein utama kini harus dibeli dengan anggaran yang lebih besar.

Kenaikan harga ayam dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan ini menunjukkan tekanan harga pangan masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai, terutama jika tren kenaikan terus berlanjut hingga September.

0 Komentar