Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung

Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung
Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung
0 Komentar

Meski demikian, jalan yang relatif lengang justru dapat menimbulkan risiko lain karena kendaraan bermotor terkadang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kondisi jalan yang lengang justru terkadang membuat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga siswa dibiasakan tetap berada di sisi kiri jalan dan memperhatikan kondisi lalu lintas, terutama karena sekolah berada di kawasan Pasar Induk Caringin,” ucapnya.

Pelajar Rasakan Langsung Tantangan Bersepeda di Jalan Raya

Bagi para pelajar yang mengikuti kegiatan Nyapeda Nyakola, perjalanan dari Pendopo menuju Balai Kota Bandung menjadi pengalaman langsung untuk memahami berbagai tantangan bersepeda di jalan raya.

Baca Juga:Bambu Lab Resmi Hadir di Bandung, Buka Creative Hub Offline Pertama di Jawa BaratScale Up Lebih Cepat, FAS Tawarkan Solusi Operasional End-to-End untuk Brand di Indonesia

Nugraha, siswa SMPN 13 Bandung, mengaku merasakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan selama mengikuti rombongan.

“Dari SMP saya ke Balai Kota sangat seru, sangat tegang juga karena tadi ditemui jalan-jalan motor yang kencang, mobil yang nggak tahu arah, sama kita juga hampir kehilangan arus kita,” kata Nugraha.

Ia mengaku sempat khawatir tersesat karena harus menyesuaikan diri dengan rombongan. Pergerakan kendaraan yang tiba-tiba juga menjadi tantangan tersendiri selama perjalanan.

“Contohnya tadi motor yang tiba-tiba belok. Terus ada mobil angkot yang aku hampir ketabrak karena aku nggak lihat sign,” kata dia.

Meski demikian, Nugraha tetap menikmati perjalanan tersebut. Terlebih, kegiatan itu menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi Balai Kota Bandung dengan bersepeda bersama rombongan.

Sementara itu, Ray, siswa SMPN 13 Bandung yang juga aktif dalam komunitas sepeda, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Menurutnya, kegiatan seperti Nyapeda Nyakola dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran bersama di antara seluruh pengguna jalan.

“Kesan saya kalau untuk acara ini bagus. Semoga ke depannya ada kayak gini terus, karena di jalan mungkin ada kendaraan yang klakson-klakson, mungkin kurang menghargai pesepeda yang lain. Jadi saya rasa ke depannya biar ada kesadaran sendiri dari pengendara lain,” ujar Ray.

Baca Juga:Road to Give 2026 Kembali Digelar di Bandung, Ajak Masyarakat Berlari untuk Pejuang KankerSilatnas ke-17 di Lembang, IIBF Tegaskan Diri Jadi Sensor Ekonomi dan Mitra Strategis Pemerintah

Ray juga menilai pesepeda memiliki hak yang sama untuk menggunakan jalan. Karena itu, ia berharap keberadaan jalur sepeda tidak hanya dibangun, tetapi juga dihormati oleh pengguna kendaraan bermotor.

0 Komentar