Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung

Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung
Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di Bandung
0 Komentar

Tak Hanya Jalur Sepeda, Fasilitas Penyeberangan Ikut Disorot

Perhatian B2W tidak hanya tertuju pada jalur sepeda. Fasilitas penyeberangan yang aman bagi pelajar juga menjadi bagian dari pembahasan komunitas.

B2W sebelumnya telah berdiskusi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat mengenai kebutuhan fasilitas penyeberangan di sekitar SMK 9 dan SMK 7. Beberapa opsi yang dibahas antara lain pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) maupun Pelican Crossing.

Menurut Andi, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda penyediaan fasilitas penyeberangan yang aman.

Baca Juga:Bambu Lab Resmi Hadir di Bandung, Buka Creative Hub Offline Pertama di Jawa BaratScale Up Lebih Cepat, FAS Tawarkan Solusi Operasional End-to-End untuk Brand di Indonesia

Jika pembangunan JPO belum memungkinkan, Pelican Crossing dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih realistis untuk memberikan ruang penyeberangan yang lebih aman bagi pejalan kaki, termasuk para pelajar.

Di sisi lain, B2W juga terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bandung, khususnya mengenai perkembangan perbaikan sejumlah jalur sepeda.

Menurut Andi, Dinas Perhubungan Kota Bandung selama ini memberikan pembaruan mengenai sejumlah ruas yang tengah mendapatkan perbaikan.

Guru Dorong Edukasi Bersepeda Sejak dari Sekolah

Gerakan Nyapeda Nyakola juga mendapat sambutan dari kalangan sekolah. Sejumlah guru bahkan telah lebih dulu menginisiasi komunitas sepeda di lingkungan sekolah masing-masing.

Salah satunya Endang Mujiyatiningsih, guru SMPN 36 Bandung. Ia mengatakan kebiasaan bersepeda menuju sekolah sebenarnya sudah dilakukan sebagian siswa sejak lama.

Namun, menurutnya, masih banyak siswa yang belum mendapatkan edukasi mengenai cara bersepeda yang aman, termasuk bagaimana merawat sepeda yang digunakan sehari-hari.

“Banyak anak-anak yang ternyata ke sekolah pakai sepeda, hanya mereka belum tahu secara edukasinya bagaimana cara menggunakan sepeda ke sekolah. Bukan cuma tentang tertib lalu lintas, tapi sepeda yang mereka pakai juga mereka tidak tahu bagaimana cara merawatnya,” kata Endang.

Baca Juga:Road to Give 2026 Kembali Digelar di Bandung, Ajak Masyarakat Berlari untuk Pejuang KankerSilatnas ke-17 di Lembang, IIBF Tegaskan Diri Jadi Sensor Ekonomi dan Mitra Strategis Pemerintah

Pihak sekolah pun turut memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas parkir atau terminal sepeda. Fasilitas yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan tersebut kini mulai digunakan oleh para siswa.

Namun, rute menuju SMPN 36 Bandung juga memiliki tantangan tersendiri. Sebagian besar siswa tinggal di sekitar sekolah karena sistem zonasi, sehingga mereka cenderung memilih jalur yang dianggap tidak terlalu padat.

0 Komentar