“Dari kita juga kalau kita itu punya hak untuk bersepeda di jalan karena jalan itu memang milik umum. Apalagi tadi kan kita ada jalur sepeda, tapi kadang motor juga suka ngambil. Ya intinya sebagai diri kita ke depannya biar bisa saling menghargai juga sama pengendara lain,” katanya.
Gerakan Nyapeda Nyakola pada akhirnya tidak hanya berbicara soal mengajak anak-anak bersepeda ke sekolah. Lebih jauh, gerakan ini membawa pesan tentang pentingnya membangun ekosistem transportasi yang aman, ramah pelajar, serta mendorong seluruh pengguna jalan untuk saling menghormati.
Dengan edukasi dari sekolah, dukungan orang tua dan guru, komunitas sepeda, serta komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang lebih aman, budaya bersepeda di kalangan pelajar Bandung diharapkan dapat tumbuh tanpa mengorbankan keselamatan mereka di jalan raya. (*)
