El Nino 2026 Kuat, BMKG Ungkap 86,62 Persen Wilayah Indonesia Minim Hujan

El Nino 2026 Kuat, BMKG Ungkap 86,62 Persen Wilayah Indonesia Minim Hujan
El Nino 2026 Kuat, BMKG Ungkap 86,62 Persen Wilayah Indonesia Minim Hujan. (foto ilustrasi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena El Nino 2026 yang berada pada intensitas sangat kuat berkontribusi terhadap kondisi atmosfer yang lebih kering.

BMKG memprediksi 86,62 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian III Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode Dasarian III Agustus 2026.

Baca Juga:Ramai Keluhan Soal Desil DTSEN, Pemerintah Tunggu Hasil Sensus Ekonomi 2026Rektor Unsoed Jadi Tersangka, KPK Ungkap Dugaan Transaksi Jalur Mandiri Libatkan Guru SMA 

Kondisi tersebut terjadi ketika fenomena El Nino 2026 berada pada intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan kecenderungan positif.

Menurut BMKG, kombinasi kedua fenomena iklim tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya pasokan uap air menuju wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer pun cenderung lebih kering di sebagian besar wilayah Tanah Air.

86,62 Persen Wilayah Indonesia Diprediksi Minim Hujan

BMKG memprakirakan sekitar 86,62 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian III Agustus 2026.

Curah hujan kategori rendah yang dimaksud berada pada kisaran 0-50 milimeter per dasarian.

Sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami kondisi tersebut antara lain sebagian besar:

  • Jawa
  • Sulawesi
  • Kalimantan
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Lampung
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya

Sementara itu, sekitar 13,38 persen wilayah Indonesia diprakirakan memperoleh curah hujan kategori menengah, yakni 50-150 milimeter per dasarian.

Wilayah tersebut mencakup sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Akademik, SD Plus Al-Fatwa Perkuat Qurani, Literasi, dan Karakter SiswaTKIT Al-Fatwa Kembangkan Potensi Anak Lewat Pendidikan Qur’ani

Hujan Tetap Berpotensi Terjadi

Meski El Nino 2026 berkontribusi terhadap kondisi atmosfer yang lebih kering, BMKG menegaskan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Potensi hujan dalam sepekan ke depan dapat dipengaruhi berbagai dinamika atmosfer.

Beberapa di antaranya adalah aktivitas gelombang atmosfer yang mampu meningkatkan suplai uap air dan memperlambat pergerakan angin.

Salah satu fenomena yang dipantau adalah Madden-Julian Oscillation (MJO).

Secara spasial, MJO diprakirakan masih aktif di sejumlah wilayah, mulai dari sebagian besar Sumatera, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Natuna, Laut China Selatan, sebagian Kalimantan, hingga Pasifik barat.

Selain MJO, aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga kawasan Samudra Pasifik di utara Papua.

0 Komentar