Menurut Jeffry, perkembangan teknologi 3D printing juga membuat perangkat tersebut semakin mudah digunakan oleh berbagai kalangan. Artinya, penggunaannya kini tidak harus terbatas pada profesional ataupun industri tertentu.
Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan oleh hobbyist, creative enthusiast, pelajar, keluarga, pelaku usaha, hingga kalangan profesional yang ingin mengembangkan ide maupun produk.
“Kami percaya 3D printer adalah teknologi yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Kreativitas tidak memiliki batas, dan Bambu Lab hadir untuk membantu siapa pun mewujudkan ide mereka menjadi sesuatu yang nyata,” lanjutnya.
Baca Juga:Scale Up Lebih Cepat, FAS Tawarkan Solusi Operasional End-to-End untuk Brand di IndonesiaRoad to Give 2026 Kembali Digelar di Bandung, Ajak Masyarakat Berlari untuk Pejuang Kanker
Ada Promo Spesial Saat Grand Opening
Tak hanya menghadirkan pengalaman mencoba teknologi 3D printing, pembukaan Bambu Lab Booth Urban Republic Dago juga diramaikan dengan program Special Launching Promotion bagi konsumen.
Pengunjung dapat menikmati harga spesial untuk sejumlah produk Bambu Lab. Selain itu, konsumen juga berkesempatan mengikuti Lucky Gacha dengan berbagai hadiah menarik.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi masyarakat yang ingin mengenal Bambu Lab secara langsung.
Dengan hadirnya Bambu Lab Booth Urban Republic Dago, masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung, kini memiliki ruang offline untuk mengeksplorasi teknologi 3D printing secara lebih dekat.
Kehadiran creative hub ini juga diharapkan tidak berhenti pada aktivitas transaksi produk. Lebih jauh, Bambu Lab dan Tek Lab ingin mendorong masyarakat untuk melihat 3D printing sebagai salah satu sarana dalam proses belajar, bereksperimen, berkarya, sekaligus mengembangkan peluang baru.
Melalui ruang tersebut, masyarakat Bandung diajak untuk tidak sekadar memiliki ide, tetapi juga berani mencoba dan mengubahnya menjadi sebuah karya nyata dengan bantuan teknologi 3D printing (*)
