Setelah workshop guru selesai, program dilanjutkan dengan implementasi psikoedukasi kepada siswa SMP-SMA tunagrahita.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh guru dengan didampingi tim mahasiswa yang berperan sebagai fasilitator.
Dalam pelaksanaannya, Tika Haryati, S.Pd. berperan sebagai guru pelaksana yang mengimplementasikan kegiatan kepada siswa.
Sementara itu, tim mahasiswa mendampingi jalannya proses kegiatan.
SociaGo Dorong Siswa Belajar melalui Praktik Langsung
Baca Juga:BPNT Tahap 3 2026 Mulai Disalurkan, Ini Cara Cek Penerima Lewat NIK KTPCara Cek Desil dengan NIK KTP, Lihat Status Kesejahteraan Keluarga Disini
Dalam kegiatan psikoedukasi, board game SociaGo digunakan sebagai media pembelajaran visual yang interaktif.
Permainan tersebut menghadirkan berbagai situasi dan aktivitas yang mendorong siswa untuk mengamati, memahami, serta mempraktikkan perilaku sosial adaptif dalam beragam situasi di lingkungan sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif.
Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, memperagakan wayang sesuai dengan situasi yang diberikan, serta mempraktikkan berbagai perilaku yang terdapat dalam permainan.
Linda Widyastuti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku narasumber dalam workshop, menekankan pentingnya praktik langsung dalam proses pembentukan perilaku sosial siswa.
“Pesan untuk guru, jangan hanya menjelaskan perilaku baik, tampilkan, latihkan, beri umpan balik, lalu ulangi,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penerapan Good Behavior Game (GBG) dalam SociaGo bukan ditujukan sebagai kompetisi untuk mempermalukan siswa, melainkan sebagai pengalaman belajar yang aman, positif, dan menyenangkan.
Memberikan Manfaat bagi Guru, Siswa, dan Sekolah
Pelaksanaan SociaGo di SLB C Karya Bhakti memberikan manfaat bagi guru, siswa, maupun sekolah.
Baca Juga:1.300 Dapur MBG Ditutup BGN, Ini Penyebabnya Pohon di Bandung Jadi Sasaran Perusakan, Dikuliti hingga Disuntik Air Aki
Guru memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan media board game untuk mendukung pembiasaan perilaku sosial adaptif siswa.
Di sisi lain, siswa menunjukkan keterlibatan dan antusiasme selama proses implementasi berlangsung.
Penggunaan media yang bersifat visual dan interaktif juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengamatan dan praktik secara langsung.
Sementara itu, sekolah memperoleh media board game beserta sejumlah perangkat pendukung yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Perangkat tersebut meliputi buku pedoman mitra atau modul, buku panduan penggunaan board game, serta buku rekapitulasi reward bintang.
Seluruh perangkat tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus memperkuat pembiasaan perilaku sosial adaptif siswa SMP-SMA tunagrahita di SLB C Karya Bhakti.
