JABAR EKSPRES – Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (Kopamas) tengah menghitung kebutuhan armada angkot listrik yang disiapkan sebagai kendaraan pengumpan atau feeder menuju Bandara Internasional Husein Sastranegara, Kota Bandung.
Ketua Kopamas Budi Kurnia mengatakan, pihaknya berharap angkot listrik tersebut dapat segera dioperasikan. Namun, sebelum masuk tahap operasional, Kopamas masih menghitung kebutuhan modal serta jumlah armada yang ideal untuk melayani rute tersebut.
“Untuk operasional, saya berharap sesegera mungkin. Tapi kami juga sedang menghitung kapital yang harus kami keluarkan untuk memenuhi kebutuhan yang ada hari ini,” ujar Budi, Jumat (21/8).
Baca Juga:Demi Wujudkan Pemerintahan yang Bersih, Ahmad Luthfi Kembali Tekankan IntegritasPemkab Tasikmalaya Dorong Sinergi Tangani Isu LGBT
Menurut Budi, salah satu faktor utama yang harus dihitung adalah load factor atau tingkat keterisian kendaraan. Data tersebut nantinya akan menentukan berapa banyak armada yang harus disiapkan untuk melayani masyarakat.
Ia mencontohkan, kebutuhan armada dalam satu jalur tidak bisa langsung ditentukan tanpa melihat kondisi penumpang di lapangan. Jumlahnya bisa saja 10, 20, 30 hingga lebih banyak kendaraan, tergantung hasil perhitungan.
“Berhitungnya karena load factor akan memengaruhi jumlah kendaraan yang akan dipakai. Angkot di jalur ini 10, 20, 30 atau 100, itu dihitung dari awal,” katanya.
Budi menegaskan, perhitungan kebutuhan armada tersebut tidak hanya menggunakan asumsi. Data jumlah masyarakat yang menggunakan layanan akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan jumlah kendaraan secara lebih akurat.
“Ini kan hitungannya bukan berdasarkan asumsi. Jumlah masyarakat dan lain-lain menjadi faktor penghitungnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Kopamas telah melakukan uji coba angkot listrik yang direncanakan menjadi bagian dari sistem transportasi terintegrasi di Kota Bandung, termasuk sebagai pengumpan bagi layanan Bus Rapid Transit (BRT).
Uji coba tersebut sekaligus dilakukan untuk mengukur durabilitas kendaraan, melihat load factor secara real time, serta membiasakan pengemudi mengoperasikan kendaraan listrik.
Baca Juga:Kebakaran Marak di Musim Kemarau, BPBD Tasikmalaya Ingatkan Warga Tingkatkan KewaspadaanPolres Tasikmalaya Dorong Swasembada Bawang Putih Lewat Penanaman 4 Hektar di Cigalontang
Kopamas berharap hasil pengujian dan perhitungan tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan jumlah armada yang tepat, sehingga layanan angkot listrik nantinya dapat beroperasi secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (Dam)
