Polres Tasikmalaya Dorong Swasembada Bawang Putih Lewat Penanaman 4 Hektar di Cigalontang

tanam bawang
Kapolres saat ikut langsung tanam bawang di Cigalontang. Foto : Humas Polres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga tingkat desa. Di Kabupaten Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan kelompok tani menggelar penanaman bawang putih di Kampung Buligir, Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi di Indonesia. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri sekaligus mendukung target swasembada pangan.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi turun langsung dalam kegiatan penanaman tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Tatang Wahyudin, jajaran Perum Perhutani, unsur pemerintahan kecamatan dan desa, serta Kelompok Tani Giri Asih Parentas.

Baca Juga:Bea Cukai Gagalkan 32 Kasus Ekspor Emas Ilegal Senilai Rp846 MiliarEkspor Perikanan ke Singapura Tembus Rp125 Miliar hingga Mei 2026

Lahan seluas sekitar empat hektare yang digunakan untuk penanaman merupakan tanah kas milik Pemerintah Desa Parentas. Selain melakukan penanaman bersama, Polres Tasikmalaya turut memberikan bantuan bibit bawang putih dan pupuk kepada kelompok tani.

Ade Papa Rihi mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam program pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah.

“Penanaman bawang putih serentak ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya meningkatkan produksi komoditas bawang putih di dalam negeri,” kata Ade.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, kepolisian bersama Dinas Pertanian, Perhutani, pemerintah desa dan kelompok tani akan terus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.

Penanaman bawang putih di Cigalontang diharapkan mampu menjadi salah satu sumber produksi pangan daerah. Dalam jangka panjang, hasil pertanian tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus ikut memperkuat ketersediaan bawang putih di tingkat regional.

Bagi para petani, dukungan bibit, pupuk, serta pendampingan dinilai menjadi modal penting untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat semakin aktif mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian desa.

Melalui program ini, lahan yang sebelumnya menjadi aset desa diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap agenda besar pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. (Hendi)

0 Komentar