Belanja Online Jadi Modus Scam Terbanyak di Jabar, Kerugian Tembus Rp1,78 Triliun

Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Jawa Barat, Riyanti Dwiyani (tengah). Jum\'at
Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Jawa Barat, Riyanti Dwiyani (tengah). Jum\'at, (21/8). Foto/Sandi Nugraha/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penipuan online atau scam dengan modus belanja online menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan masyarakat di Jawa Barat. Tak hanya mendominasi jumlah laporan, modus tersebut juga menyebabkan kerugian hingga triliunan rupiah.

Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Jawa Barat, Riyanti Dwiyani, mengatakan berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC), terdapat 113.520 laporan penipuan dengan modus belanja online secara nasional.

Dari laporan tersebut, total kerugian yang dilaporkan masyarakat mencapai sekitar Rp1,78 triliun.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya dan Pokja Jurnalis Perkuat Kemitraan, Bersama Jaga KamtibmasPoliteknik Al Islam Bandung Gelar Webinar Nasional: Solusi Atasi 'Brainrot' Siswa dan 'Burnout' Guru BK

“Ini merupakan modus yang tertinggi. Jumlah laporan yang kami terima dengan modus penipuan belanja online itu sebanyak 113.520 laporan dengan total kerugian yang dilaporkan kurang lebih sebesar Rp1,78 triliun,” kata Riyanti di Mapolda Jabar, Jumat (21/8).

Menurut Riyanti, modus penipuan belanja online menjadi salah satu bentuk scam yang perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, aktivitas transaksi melalui platform digital dan media sosial telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Selain belanja online, dua modus penipuan lainnya yang banyak dilaporkan adalah fake call atau pelaku yang mengaku sebagai pihak maupun institusi tertentu serta penipuan investasi.

“Yang kedua, modus berupa fake call atau mengaku menjadi pihak atau institusi lain, dengan jumlah laporan sebanyak 63.517 laporan dan kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,09 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, penipuan investasi tercatat sebanyak 32.251 laporan dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,08 triliun.

“Jadi untuk daerah Jawa Barat, modus yang terbanyak sama di tiga itu, mulai dari penipuan belanja online, kemudian fake call, dan penipuan investasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah laporan scam tertinggi di Indonesia.

Baca Juga:Dosen POLSUB Bawa PROTEKSI ke Pesantren, Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Santri Berbasis WebsiteKemarau Belum Usai, Tagana Terus Pasok Air Bersih untuk Warga Tasikmalaya

Berdasarkan data IASC sepanjang November 2024 hingga Juni 2026, secara nasional terdapat 637.055 laporan scam yang diterima dari masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 131.445 laporan berasal dari Jawa Barat.

Lima wilayah di Jawa Barat dengan jumlah laporan tertinggi yakni Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok.

Riyanti mengatakan tingginya jumlah laporan tersebut menjadi perhatian OJK bersama berbagai pihak terkait. Kolaborasi diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan kasus scam yang terus berkembang.

0 Komentar