Silatnas ke-17 di Lembang, IIBF Tegaskan Diri Jadi Sensor Ekonomi dan Mitra Strategis Pemerintah

Silatnas ke-17 di Lembang, IIBF Tegaskan Diri Jadi Sensor Ekonomi dan Mitra Strategis Pemerintah
Silatnas ke-17 di Lembang, IIBF Tegaskan Diri Jadi Sensor Ekonomi dan Mitra Strategis Pemerintah
0 Komentar

Menurut Heppy, kondisi tersebut merupakan divergensi ekonomi yang perlu mendapat perhatian serius. IIBF, kata dia, ingin menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah secara terbuka sebagai masukan yang jujur dan konstruktif.

“IIBF tidak akan pernah menjadi relawan siapa pun yang berkompetisi, tetapi IIBF akan selalu menjadi mitra pembangunan bagi pemerintah dengan cara memberikan masukan-masukan yang jujur,” tegas Heppy.

Posisi tersebut sekaligus mempertegas arah IIBF sebagai organisasi yang tidak berpihak pada kepentingan politik tertentu, tetapi berupaya memberikan kontribusi melalui perspektif ekonomi dan pengalaman langsung para pengusaha di lapangan.

Baca Juga:DLH Jabar Ambil Sampel Limbah di Sungai Sekitar PT SMM, Manajemen Buka SuaraMerdeka dalam Konektivitas, Telkomsel Perluas Sinyal 4G hingga Pelosok Cisolok Sukabumi

Gerakan Beli Produk Indonesia

Semangat tersebut juga tercermin melalui tema Silatnas ke-17, yakni “Bela Indonesia, Beli Produk Indonesia”. Bagi IIBF, gerakan tersebut tidak sebatas ajakan untuk meningkatkan konsumsi produk dalam negeri.

Gerakan itu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, khususnya dengan mendorong pengusaha sekaligus menjadi konsumen produk yang dihasilkan sesama anak bangsa.

“Pengusaha IIBF didorong untuk sekaligus menjadi konsumen yang mengutamakan produk saudara sebangsa, sehingga roda ekonomi berputar di dalam negeri dan kesejahteraan terdistribusi lebih merata,” kata Heppy.

Dengan demikian, gerakan membeli produk Indonesia diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan kepada produsen, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang dan berdampak terhadap pelaku usaha lainnya.

Bangun Pengusaha yang Kaya dan Bertakwa

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Silatnas 17 IIBF, Hanum Sujana menjelaskan, kekuatan IIBF tidak hanya terletak pada program pengembangan kemampuan bisnis. Organisasi tersebut juga menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dalam proses pertumbuhan seorang pengusaha.

IIBF ingin membangun pengusaha yang tidak hanya mampu meningkatkan omzet dan aset bisnis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan etika dalam menjalankan usahanya.

“Kita fokus membangun pengusahanya. Karena bisnis itu tidak akan melampaui pertumbuhan pebisnisnya, kalau pebisnisnya bertumbuh, bisnisnya juga akan bertumbuh,” ungkap Hanum Sujana.

Baca Juga:ITB Kembangkan Karakter Mahasiswa Baru Lewat CDT Carnival 2026, Nilai AIR Tetap Relevan di Era AIBukan Sekadar Magang, Virtuship Telkomsel Buka Kesempatan Mahasiswa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata

Hanum menyebut, anggota dan alumni IIBF kini tersebar dari Aceh hingga Sulawesi. Basis anggota terbesar dan paling aktif berada di Jawa Timur dan Lampung.

0 Komentar