Dalam proses pembinaan, IIBF mengembangkan lima sistem dukungan yang terdiri dari keluarga, guru bisnis, guru spiritual, rekan seperjuangan, dan kelompok mastermind.
Sistem tersebut dirancang untuk memberikan dukungan yang lebih menyeluruh kepada anggota, baik dalam menghadapi persoalan bisnis maupun tantangan pribadi yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha.
“Banyak anggota yang berawal dari beban utang besar, bahkan ratusan miliar rupiah, berhasil merestrukturisasi dan melunasi kewajibannya setelah bergabung, berubah dari pola pikir hingga jaringan dukungan,” pungkas Hanum.
Baca Juga:DLH Jabar Ambil Sampel Limbah di Sungai Sekitar PT SMM, Manajemen Buka SuaraMerdeka dalam Konektivitas, Telkomsel Perluas Sinyal 4G hingga Pelosok Cisolok Sukabumi
Pengusaha Jabar Didorong Tak Menyerah Hadapi Tekanan Ekonomi
Di Jawa Barat, geliat IIBF juga disebut terus mengalami perkembangan. Ketua DPW IIBF Jawa Barat, Jaja Mujahid mengatakan, jumlah pengusaha yang tertarik bergabung dengan IIBF mengalami peningkatan.
Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi situasi ekonomi yang penuh tantangan, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah sektor.
“Kendala utama yang dihadapi anggota pun beragam, mulai dari pemasaran, permodalan, hingga efisiensi produksi,” ujar Jaja.
Menghadapi situasi tersebut, Jaja mengajak para pengusaha untuk tidak berhenti pada keluhan. Menurutnya, membangun jejaring dan mempertemukan pengusaha dari berbagai bidang dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan solusi.
“Ketika ekonomi lagi perlambatan, jangan berdiam diri, berkumpul itu menjadi sebuah solusi, karena ada transfer energi dan gagasan, keluar dari zona nyaman, mari kita diskusikan jalan keluarnya,” ujar Jaja.
Jaja menjelaskan, pembinaan anggota IIBF di Jawa Barat dilakukan secara berkala setiap kuartal. Materi yang diberikan pun mencakup berbagai kebutuhan pengusaha, mulai dari how to be delivery, literasi keuangan, hingga penguasaan bisnis.
Menariknya, program tersebut berjalan tanpa biaya keanggotaan dan mengedepankan prinsip sukarela serta berbasis komunitas.
Baca Juga:ITB Kembangkan Karakter Mahasiswa Baru Lewat CDT Carnival 2026, Nilai AIR Tetap Relevan di Era AIBukan Sekadar Magang, Virtuship Telkomsel Buka Kesempatan Mahasiswa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata
Ke depan, semangat tersebut diarahkan untuk mendukung visi IIBF menuju Institutional Great Organization. Dengan visi tersebut, IIBF ingin memperkuat posisinya sebagai organisasi yang tidak hanya mengajarkan bagaimana membangun bisnis, tetapi juga mengambil peran lebih luas dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
“Menuju visi Institutional Great Organization, IIBF berharap dapat memperkuat perannya bukan hanya sebagai tempat belajar berbisnis, melainkan sebagai gerakan sosial-ekonomi yang mengangkat kesejahteraan bangsa dari akar rumput,” pungkas Jaja. (*)
