Program Sapu Jagat, Cara DLH Cimahi Dorong ASN Peduli dan Turun ke Tengah Warga

Program Sapu Jagat, Cara DLH Cimahi Dorong ASN Peduli dan Turun ke Tengah Warga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini menjelaskan Program Sapu Jagat yang melibatkan ASN untuk melakukan pendampingan dan pemetaan persoalan sampah hingga tingkat RT di Kota Cimahi. (Doc. Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan sampah di Kota Cimahi tak hanya berkaitan dengan volume buangan yang terus bertambah, tetapi juga dengan data riil penduduk yang menjadi sumber produksi sampah.

Untuk memetakan persoalan itu hingga tingkat paling bawah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mendorong keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) melalui program ASN Goes to RT.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Sapu Jagat, yang digagas DLH Kota Cimahi untuk memperkuat kepedulian sekaligus pendampingan terhadap pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat.

Baca Juga:SLB Pambudi Dharma 1 Apresiasi Layanan Perpustakaan Kota Cimahi yang Ramah Difabel Perpustakaan Kota Cimahi Buka Ruang Literasi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan ASN akan terlibat langsung melihat kondisi di lapangan sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya berkaitan dengan persoalan sampah di tingkat Rukun Tetangga (RT).

Menurut Chanifah, program tersebut menyasar 1.728 RT yang tersebar di 312 RW di seluruh Kota Cimahi.

“Program ASN itu akan melihat secara nyata dan melakukan pendampingan di tingkat RT, karena kita ada 1.728 RT yang ada di Kota Cimahi yang tersebar di 312 RW,” kata Chanifah saat diwawancarai Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2026).

Ia mengatakan persoalan sampah perlu mendapat perhatian karena setiap orang yang tinggal di Kota Cimahi pada dasarnya menghasilkan sampah setiap hari.

Karena itu, pemerintah perlu mengetahui kondisi riil jumlah penduduk yang tinggal di Cimahi sekaligus memperkirakan produksi sampah yang dihasilkan.

“Sehingga memang dengan adanya program ini kita ingin melihat secara riil berapa sih sebetulnya masyarakat yang hidup atau penduduk yang hidup di Cimahi,” ujarnya.

Chanifah menjelaskan, selama ini penghitungan penduduk kerap mengacu pada kepemilikan KTP. Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk Cimahi berada di kisaran 600.000 jiwa.

Baca Juga:Di Tengah Semarak HUT ke-81 RI, Bocah Linggaraja Sampaikan Keluhan Lewat Kostum KardusPemkab Tasikmalaya Riung Mungpulung Bersama Para Pejuang, Semangat Kemerdekaan Jadi Inspirasi Pembangunan

Namun, jumlah orang yang secara faktual tinggal dan beraktivitas di Kota Cimahi dinilai berpotensi lebih besar. Kondisi itu, kata dia, turut berpengaruh terhadap jumlah sampah yang harus dikelola pemerintah.

“Karena, sambung Chanifah, jika selama ini hanya dengan menghitung berdasarkan yang mempunyai KTP, itu paling berkisar antara 600.000 jiwa,” ungkapnya.

“Tetapi kemungkinan besar bisa lebih, bisa dua kali lipat daripada yang sesuai dengan KTP. Tentunya itu kan mempunyai akses, ekses bahwa mereka akan memproduksi sampah,” sambung Chanifah.

0 Komentar