Melalui PEKA, lanjutnya, pihaknya ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya mandiri.
“Indikator keberhasilannya bukan sekadar jumlah peserta, melainkan kemampuan mereka untuk kembali berpenghasilan,” tegas Saiful.
Pelaksanaan PEKA secara nasional ini diikuti oleh 1.426 penerima manfaat. Bentuk pelatihan dan pembekalan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, meliputi pelatihan kewirausahaan, digital marketing/content creator, kuliner, kerajinan (handycraft), florist, barista, laundry, make-up, menjahit, hingga skema reseller.
Baca Juga:Lebih dari Sekadar Apparel: Proton FC dan Imane Siapkan Jalur Talenta Futsal Indonesia Go InternationalLaba Pegadaian Meroket 84,4 Persen, Dipuji Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR
Guna memastikan keberlanjutan program, BPJS Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, hingga komunitas lokal.
Dukungan penuh juga disampaikan Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni. Ia menekankan bahwa indikator utama keberhasilan PEKA terletak pada kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat pascapelatihan.
“Kick-Start Program PEKA ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan manfaat yang lebih luas. Kami tidak hanya berhenti pada pemberian dukungan awal, tetapi juga mendampingi mereka untuk bangkit, mengembangkan potensi, dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan,” pungkas Suarni. (ziz)
