Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung

Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung
Coach Eva Siapkan Generasi Baru GPS Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dua musim sudah cukup untuk membuat Global Prestasi School (GPS) Bandung diperhitungkan di panggung Honda DBL with Kopi Good Day West Java-East.

Pada debutnya di DBL West Java-East 2024, tim putri GPS langsung melangkah hingga Fantastic Four. Setahun berselang, mereka meningkatkan pencapaian dengan menembus partai final dan mengakhiri musim sebagai finalis DBL West Java.

Pencapaian itu tentu menjadi modal berharga. Memasuki musim 2026, Coach Eva Susanti menghadapi pekerjaan yang berbeda. Bukan sekadar mempertahankan pencapaian. Ia harus membangun kembali tim dengan komposisi pemain yang jauh lebih muda. Musim lalu menjadi tahun terakhir bagi sejumlah pemain kelas XII GPS. Kini, skuad putri GPS hanya memiliki dua pemain kelas XII. Lima pemain lainnya berada di kelas XI, sementara sisanya merupakan pemain kelas X.

Baca Juga:Tiga Wajah Indonesia di Panggung AQUA DBL Dance West Java-EastTak Pernah Jadi Pemain DBL, Coach Azka Kini Menikmati Atmosfernya dari Pinggir Lapangan

Komposisi tersebut membuat Coach Eva harus melihat musim ini dengan perspektif yang lebih panjang.

“Sebenarnya, tahun lalu itu jadi tahun terakhir anak-anak saya yang kelas 12. Maka dari itu, tahun ini kan banyak banget kelas 10-nya. Ini jelas jadi tantangan buat saya mempersiapkan tim ini bukan cuman untuk setahun saja,” cerita Coach Eva.

Perjalanan Coach Eva sebagai pelatih sebenarnya sudah dimulai sejak 2012, tepati setelah menyelesaikan kuliah. Ia banyak berkecimpung di pembinaan pemain usia muda dan sektor putri. Namun, baru pada 2024 dirinya mendapat pengalaman menangani tim yang berlaga di DBL bersama GPS.

Pengalaman tersebut membuka babak baru dalam perjalanan kepelatihannya. Apalagi setelah membawa GPS menjadi finalis DBL West Java musim lalu, Coach Eva mendapat kesempatan mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar penghargaan atas pencapaian musim sebelumnya. Ada banyak hal baru yang bisa dipelajari dan dibawa pulang untuk pengembangan tim.

“Saya mulai melatih itu sebenarnya dari 2012 tepat setelah selesai kuliah. Dari tahun 2012 sampai 2024 itu saya nggak pernah ada di tim yang ikut DBL. Baru jadi pelatih di tim DBL ya waktu bersama GPS ini,” ungkapnya.

0 Komentar