Dedi Mulyadi Usulkan Batas Gaji Penerima KIP Kuliah Diubah, Orang Tua Bergaji di Bawah Rp10 Juta Bisa Dapat?

Dedi Mulyadi saat menyapa mahasiswa Unpad. (Dok Humas)
Dedi Mulyadi saat menyapa mahasiswa Unpad. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan perubahan batas maksimum penghasilan orang tua bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Usulan tersebut disampaikan untuk memudahkan masyarakat kurang mampu mengakses pendidikan tinggi. Menurut Dedi, batas penghasilan orang tua sebagai salah satu syarat penerima KIP Kuliah perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

Dedi mengatakan, dirinya akan mengusulkan perubahan tersebut kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Menurutnya, batas penghasilan orang tua penerima KIP Kuliah semestinya mengacu pada upah minimum provinsi (UMP) di domisili mahasiswa.

“Nanti kami usulkan, jadi di bawah Rp 10 juta bisa dapat KIP,” katanya, Senin (10/8).

Dedi menuturkan, rencana usulan tersebut merupakan respons terhadap keluhan sejumlah mahasiswa. Saat ini, mahasiswa menghadapi tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus ditanggung orang tua, termasuk mereka yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Selain UKT, mahasiswa juga harus menanggung berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan, mulai dari biaya kos hingga kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya disampaikan Gina, mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) yang juga merupakan penyandang disabilitas. Ia mengakui tingginya biaya hidup selama menjalani perkuliahan, terutama biaya tempat tinggal di kawasan Jatinangor.

Meski demikian, Gina menyampaikan terima kasih atas adanya akses pendidikan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Ia berharap perhatian dan dukungan terhadap mahasiswa disabilitas dapat terus ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak mudah menyerah, bahkan sampai memutuskan kuliah karena terkendala biaya.

Baca Juga:193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 MiliarKorban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

Menurut Dedi, selama mahasiswa memiliki tekad kuat untuk menyelesaikan pendidikan, persoalan biaya masih dapat dicarikan solusinya.

Dedi pun memberikan bantuan langsung kepada sejumlah mahasiswa dan mahasiswi. Bantuan tersebut di antaranya berupa biaya kos selama dua tahun hingga pembiayaan kuliah gratis selama lima semester.

Selain itu, Dedi memberikan modal usaha sebesar Rp5 juta kepada mahasiswa yang berencana membuka usaha kecil-kecilan. Modal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan hidup selama menjalani perkuliahan.(son)

0 Komentar