“Untuk bisa berangkat ke event besar skala nasional tersebut, mereka berlatih secara maksimal selama kurang lebih empat bulan lamanya. Selain itu, mereka juga harus berjuang menurunkan serta menjaga berat badan agar bisa tetap bertahan pada kategori kelas yang dipertandingkan,” kata Adi, Senin (10/8/2026).
Ia mengaku bersyukur seluruh atlet yang dikirim mampu membawa pulang medali. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras atlet bersama tim pelatih.
“Alhamdulillah hasil yang diberikan semua atlet yang berangkat ke Kejurnas ini bisa membawa medali. Kendatipun tidak semua bisa meraih medali emas, tentunya itu merupakan bukti dari hasil kerja keras mereka serta tim pelatih yang menggembleng mereka sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Baca Juga:193 Warga Terima BSPS, DPUTRLH Tasikmalaya Tegaskan Bantuan Harus Tepat SasaranPrabowo Pangkas Anak Perusahaan BUMN PLN hingga Pertamina?
Salah satu perjuangan sengit datang dari Satrio Bayu Sakti. Turun di kelas 60 kilogram, Satrio harus melewati tiga pertandingan.
Dua lawan pertama berhasil ditaklukkannya melalui TKO, masing-masing pada ronde pertama dan kedua. Namun, pada laga terakhir, Satrio harus mengakui keunggulan lawan berdasarkan perolehan poin. Hasil tersebut membuatnya harus puas dengan medali perak.
“Pada event ini, saya mohon maaf hanya mampu mempersembahkan medali perak. Meskipun telah berusaha sekuat tenaga, namun hasil akhir itulah yang mampu saya berikan,” kata Satrio.
Meski gagal menyempurnakan perjuangan dengan emas, dua kemenangan TKO sebelum partai final menjadi gambaran kemampuan Satrio dalam menghadapi persaingan ketat di kelas 60 kilogram.
Bagi Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, hasil Kejurnas Bekasi tidak berhenti pada raihan sembilan medali. Capaian tersebut langsung dijadikan bahan evaluasi untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026 yang akan digelar awal November mendatang.
Sepulang dari Bekasi, jajaran pelatih dan pengurus akan mengevaluasi penampilan seluruh atlet. Program latihan juga akan ditingkatkan, termasuk persiapan menuju training center (TC) bagi atlet yang diproyeksikan memperkuat Kabupaten Tasikmalaya di Porprov.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna, menilai prestasi tersebut merupakan buah dari proses latihan yang serius.
Baca Juga:Library Cafe, Inovasi Modern Pembuka Nilai Tambah Ekraf?Kapolres Tasikmalaya Ikuti Patroli Malam, Sasar Titik Keramaian dan Rawan C3
Nana mengaku melihat langsung bagaimana para atlet menjalani latihan keras untuk membentuk fisik sekaligus mental sebelum menghadapi pertandingan.
