Antisipasi Defisit Anggaran Porprov 2026, KONI Kota Banjar Terapkan Skema Subsidi Silang

etua Koni Kota Banjar Soedrajat Argadireja (tengah) saat menggelar rapat persiapan Porprov tahun 2026 belum la
Ketua Koni Kota Banjar Soedrajat Argadireja (tengah) saat menggelar rapat persiapan Porprov tahun 2026 belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar mengambil langkah strategis dalam mengamankan pembiayaan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Menghadapi realita turunnya anggaran di APBD Perubahan yang mengalami defisit hingga Rp250 juta dari kesepakatan awal, KONI memastikan seluruh kebutuhan cabang olahraga (Cabor) peserta Porprov tetap terpenuhi melalui optimalisasi sisa anggaran tahap sebelumnya.

Ketua KONI Kota Banjar, Soedrajat Argadireja, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan sistem “subsidi silang” untuk menutupi kekurangan tersebut. Skema ini diambil dengan memanfaatkan sisa anggaran dari alokasi pembinaan try out dan pembelian alat yang belum dipergunakan seluruhnya. Dana tersebut bersumber dari Dana Hibah KONI Tahap 2 di APBD Murni yang memang dialokasikan untuk pengkondisian dan antisipasi jika anggaran di Perubahan tidak sesuai kesepakatan bersama Pemkot Banjar di awal tahun.

“Kami pastikan Cabor peserta Porprov tidak akan kehilangan haknya. Mereka akan tetap mendapatkannya dari anggaran sisa tahap 1 dan 2 tersebut, sebagai anggaran untuk melengkapi anggaran Porprov yang turun di APBD Perubahan yang minus 250 juta,” tegas Soedrajat dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga:Dua Dekade Bersama, Chimot Akhiri Perjalanan dengan for Revenge di Konser Titik SadrahSoal Polemik Eks Setda Tasikmalaya, Bupati Cecep Respon Kekhawatiran Seniman

Soedrajat merinci bahwa anggaran tahap 1 dan 2 yang dikelola KONI tidak bersifat mutlak untuk kegiatan Cabor semata. Di dalamnya tercakup pula kebutuhan rutin kesekretariatan dan operasional KONI selama satu tahun penuh. Meskipun demikian, pihaknya berkomitmen untuk tetap mengakomodir ajuan keperluan Cabor secara proporsional, dengan syarat utama ajuan tersebut sesuai peruntukan dan lolos verifikasi.

Proses verifikasi menjadi kunci dalam penyaluran anggaran tahun ini. KONI telah menetapkan beberapa kriteria yang disosialisasikan kepada para pengurus Cabor. Fokus pembinaan di tahun 2026 diarahkan khusus bagi atlet dari Cabor yang akan berlaga di Porprov atau yang lolos babak kualifikasi. Selain itu, ajuan untuk kegiatan try out harus memenuhi kriteria jelas terkait kelas event dan daerah yang mengikutinya. Besaran bantuan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

“Kami selalu mengakomodir secara proporsional ketika ada ajuan keperluan Cabor yang sesuai peruntukannya dengan terlebih dahulu dilakukan verifikasi tentunya,” ujarnya.

Beberapa Cabor telah mengajukan keperluan dan berhasil diakomodir oleh KONI, di antaranya Gateball, Panjat Tebing, Catur, dan Gulat. Namun, Soedrajat tidak menampik bahwa terdapat ajuan dari Cabor yang tidak lolos kriteria verifikasi sehingga terpaksa tidak dapat diakomodir. Ia juga menegaskan bahwa Cabor yang tidak mengajukan kegiatan sudah pasti tidak akan mendapatkan anggaran tersebut.

0 Komentar