Dua Dekade Bersama, Chimot Akhiri Perjalanan dengan for Revenge di Konser Titik Sadrah

Tak Sekadar Rayakan 20 Tahun, for Revenge Lepas Kepergian Chimot di Konser Titik Sadrah
Tak Sekadar Rayakan 20 Tahun, for Revenge Lepas Kepergian Chimot di Konser Titik Sadrah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dua dekade perjalanan for Revenge mencapai salah satu momen paling emosional dalam sejarah band tersebut. Melalui konser tunggal bertajuk Titik Sadrah, yang dipersembahkan oleh Antara Suara dan Sony Music, for Revenge tidak hanya merayakan perjalanan panjang mereka di industri musik, tetapi juga harus melepas salah satu sosok yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Digelar pada Sabtu (31/10) di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, konser ini menjadi panggung perayaan sekaligus perpisahan. Di hadapan para pendengar yang telah tumbuh bersama karya-karya mereka, for Revenge mengumumkan kabar mengejutkan: Archims Pribadi atau Chimot, drummer sekaligus satu-satunya personel pendiri yang masih bertahan, resmi mengundurkan diri dari band setelah 20 tahun bersama.

Keputusan tersebut diambil menyusul rentetan cedera yang belakangan dialami Chimot. Tak heran, konser Titik Sadrahmemiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar perayaan ulang tahun. Malam itu menjadi penutup sebuah perjalanan panjang, sekaligus ruang untuk merayakan kenangan, menerima perubahan, dan mengikhlaskan sesuatu yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan.

Baca Juga:PGN Solution Perkuat Kolaborasi dengan Direktorat Metrologi untuk Keandalan Akurasi Pengukuran GasSoal Polemik Eks Setda Tasikmalaya, Bupati Cecep Respon Kekhawatiran Seniman

“Menjadi bagian dari for Revenge selama 20 tahun adalah salah satu titik tertinggi dalam hidup saya. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama, mulai dari masa-masa sulit sampai bisa berada di panggung ini dan bertemu dengan begitu banyak orang yang mencintai musik kami. Tentu tidak mudah untuk sampai pada keputusan ini. Namun, saya merasa setiap perjalanan punya waktunya masing-masing. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari cerita for Revenge, dan malam ini menjadi cara yang sangat berarti untuk menutup babak tersebut,” ungkap Chimot.

Lebih dari sekadar menyuguhkan deretan lagu, for Revenge merancang Titik Sadrah sebagai sebuah perjalanan emosional yang membawa penonton menyusuri berbagai fase kehidupan band selama dua dekade. Cerita dibangun secara bertahap, mulai dari masa-masa terendah, konflik yang terus berulang, hingga kehilangan dan perjuangan untuk merelakan sesuatu yang pernah menjadi bagian dari diri mereka.

Penonton kemudian diajak memasuki titik terdalam perjalanan emosional tersebut sebelum akhirnya sampai pada sebuah penerimaan. Sebuah titik sadrah yang kali ini memiliki makna nyata bagi for Revenge: menerima kepergian Chimot dan mengakhiri satu babak perjalanan yang telah berlangsung selama 20 tahun.

0 Komentar