Menurutnya, kesempatan yang sama bagi perempuan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga memperkaya perspektif dalam menciptakan inovasi kesehatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Jangkauan Program Semakin Luas
Sebagai bentuk penguatan program, D-STAR 2026 juga memperluas kemitraan dengan dunia pendidikan tinggi. Jika sebelumnya bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, tahun ini Universitas Pancasila resmi bergabung sebagai mitra baru.
Perluasan jaringan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswi berbakat untuk mengembangkan kapasitas penelitian sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri farmasi nasional.
Baca Juga:Konsumsi Kental Manis Sejak Balita Jadi Bom Waktu Lonjakan Penyakit pada AnakTingkatkan Kompetensi Guru, Prodi SaIG UPI x MGMP Geografi Jabar Gelar Pelatihan Google Earth Engine (GEE)
Tak hanya itu, Darya-Varia juga meningkatkan dukungan finansial melalui skema beasiswa yang lebih komprehensif. Selain Beasiswa Utama senilai Rp30 juta, perusahaan menghadirkan dua kategori penghargaan baru bagi setiap universitas mitra, yakni D-STAR Achievement Scholarship dan D-STAR Appreciation Scholarship, masing-masing senilai Rp5 juta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk melahirkan lebih banyak peneliti perempuan yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Memasuki usia 50 tahun, Darya-Varia menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari kontribusinya dalam membangun generasi penerus. Melalui D-STAR, perusahaan berupaya memastikan bahwa perempuan Indonesia memiliki ruang yang lebih besar untuk berkarya, memimpin, dan menjadi motor penggerak inovasi kesehatan nasional di masa depan. (*)
