50 Tahun Darya-Varia, Investasi pada Perempuan Peneliti Jadi Kunci Masa Depan Kesehatan Indonesia

50 Tahun Darya-Varia, Investasi pada Perempuan Peneliti Jadi Kunci Masa Depan Kesehatan Indonesia
50 Tahun Darya-Varia, Investasi pada Perempuan Peneliti Jadi Kunci Masa Depan Kesehatan Indonesia
0 Komentar

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perkembangan AI diperkirakan akan menjadi salah satu penentu arah inovasi kesehatan di masa mendatang. Darya-Varia menilai semakin banyak perempuan yang terlibat dalam riset berbasis AI, semakin besar peluang lahirnya solusi kesehatan yang lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Melalui D-STAR, kami ingin memberdayakan lebih banyak perempuan muda berbakat untuk berkembang menjadi peneliti, inovator, dan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi kesehatan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat. Kami berharap program ini dapat membantu memperluas representasi perempuan di dunia riset sekaligus menghasilkan dampak berkelanjutan bagi ekosistem kesehatan Indonesia,” tuturnya.

Kolaborasi Akademisi dan Industri Dinilai Sangat Penting

Penguatan kualitas riset nasional, menurut para akademisi, tidak dapat dilakukan oleh perguruan tinggi maupun industri secara terpisah. Dibutuhkan kolaborasi yang berkesinambungan agar penelitian mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Baca Juga:Konsumsi Kental Manis Sejak Balita Jadi Bom Waktu Lonjakan Penyakit pada AnakTingkatkan Kompetensi Guru, Prodi SaIG UPI x MGMP Geografi Jabar Gelar Pelatihan Google Earth Engine (GEE)

Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung sekaligus Seminariat Ikatan Apoteker Indonesia, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, S.Farm., M.Si., menilai D-STAR menjadi contoh nyata sinergi yang mampu mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri.

“Tantangan utama yang dihadapi oleh peneliti perempuan bukan pada kemampuan akademik, tetapi bagaimana menghadirkan ekosistem yang mampu mendukung mereka untuk berkembang menjadi peneliti maupun pemimpin di sektor kesehatan. D-STAR menjadi contoh kolaborasi yang mampu menjembatani dunia akademik dan industri sehingga talenta muda memiliki ruang untuk memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi, dan menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan mengembangkan penelitian, tetapi juga memahami kebutuhan industri sehingga hasil riset memiliki peluang lebih besar untuk diimplementasikan secara nyata.

Budaya Perusahaan yang Mendorong Kepemimpinan Perempuan

Komitmen terhadap pemberdayaan perempuan juga tercermin dalam budaya organisasi Darya-Varia.

Direktur Growth Ventures PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sekaligus juri D-STAR 2026, Astry Tri Astuti, mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya menjadi bukti bagaimana kesempatan yang setara mampu melahirkan pemimpin perempuan di industri kesehatan.

“Perjalanan saya dimulai saat menjadi mahasiswa Farmasi melakukan penelitian di skala laboratorium, dan hari ini saya dipercaya memimpin Growth Ventures di Darya-Varia. Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kemampuan yang luar biasa ketika diberikan kesempatan untuk berkembang. Melalui D-STAR, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh sebagai peneliti, inovator, dan future leaders. Karena bagi Darya-Varia, empowering women bukan hanya sebuah tema, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk memimpin dan menciptakan dampak,” kata Astry.

0 Komentar