Kekurangan Tendik Masih Terjadi, Disdik Cimahi Rekrut Guru Non-ASN

Kekurangan Tendik Masih Terjadi, Disdik Cimahi Rekrut Guru Non-ASN
Ilustrasi sejumlah guru honorer di Tasikmalaya saat menggelar aksi menuntut pengangkatan P3K beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Cimahi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi membuka rekrutmen guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) sebagai langkah pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar.

Kebijakan tersebut ditempuh sebagai solusi sementara di tengah masih terbatasnya jumlah guru, terutama pada sejumlah mata pelajaran yang membutuhkan tambahan tenaga pendidik. Pemerintah Kota Cimahi menegaskan proses rekrutmen akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan kualitas calon guru.

Baca Juga:Disdik Cimahi Ungkap Kekurangan 83 Tendik SMP, Guru TIK Paling DibutuhkanKrisis Pengajar Bahasa Sunda, 1 Guru di SMPN 16 Cimahi Tetap Bertahan dan Bina Siswa hingga Raih Prestasi

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Sofwan Kurniawan, mengatakan masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan dapat memperoleh informasi mengenai proses rekrutmen melalui kanal resmi pemerintah.

“Bagi calon guru yang membutuhkan informasi lebih jelas bisa mengakses media sosial Dinas Pendidikan atau website resmi Pemerintah Kota Cimahi,” ujar Sofwan, Selasa (4/8/2026).

Selain melalui platform digital, masyarakat juga dapat memperoleh informasi secara langsung dengan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Cimahi di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Gedung B Lantai 2. Di lokasi tersebut, petugas akan memberikan penjelasan mengenai tahapan rekrutmen beserta persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pelamar.

Disdik Kota Cimahi berharap penambahan guru non-ASN dapat membantu mengurangi kekurangan tenaga pendidik yang masih terjadi di sejumlah sekolah. Kehadiran guru baru dinilai penting untuk menjaga efektivitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memberikan kesempatan yang lebih besar bagi tenaga pendidik asal Kota Cimahi agar dapat berkontribusi di lingkungan sekolah daerahnya sendiri. Prioritas bagi warga lokal diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

“Silakan masyarakat datang langsung ke kantor Dinas Pendidikan Kota Cimahi, kami siap memberikan informasi yang dibutuhkan,” kata Sofwan menutup. (Mong)

0 Komentar