Penjaga Kebersihan Stadion di Balik Gemerlap Piala Presiden

LARUT : Petugas kebersihan bekerja setelah pertandingan Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (31/
LARUT : Petugas kebersihan bekerja setelah pertandingan Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (31/7) usai. (Hendrik/JE)
0 Komentar

Lalu dengan sigap mereka mengambil sapu dan serok sampah. Keduanya kemudian menyisir tribun yang mulai gelap dan ditinggalkan penonton. Bau sampah makanan jadi pemandu di celah kursi-kursi tribun.

Tak hanya tribun, petugas kebersihan juga menyisir depan stadion. Khususnya area UMKM. Di tempat itu sering tercecer wadah cuanki sekali pakai dari para penonton meski sudah tersedia bak sampah di beberapa sudut. “Ini saya pulang paling akhir, biasanya ikut rombongan Bobotoh,” timpalnya.

Selain Dikdik dan Farel ada juga Rahmat yang ikut bergabung sebagai petugas kebersihan. Baginya, event Piala Presiden itu adalah berkah. Karena ia bisa mendapat uang untuk hidup sehari-hari. “Kerja serabutan, jadi lumayan lah bisa dapat penghasilan dari event ini,” cetusnya di sela kesunyian Stadion Si Jalak Harupat yang mulai ditinggalkan para penonton.

Baca Juga:Tiramisusu GO! Buka Gerai 24 Jam di Rest Area KM 97B, Mudahkan Wisatawan Berburu Oleh-olehUsai Tinggalkan Rumah, Ghilmi Akhirnya Pulang dan Ungkap Alasan Sebenarnya

Ia menjelaskan, petugas kebersihan akan dilibatkan di saat ada pertandingan. Dalam sehari pertandingan itu mendapatkan upah Rp 100-150 ribu. “Lumayan lah tinggal dijumlah saja, sejak 25 Juli lalu,” tuturnya.

Sekitar pukul 22.40, tribun utara kembali bersih. Tumpukan plastik juga tak lagi nampak di area UMKM. Lampu stadion satu per satu dipadamkan. Rahmat lalu memanggul sapunya dan nampak tersenyum kecil. Persib menang sudah sejak satu setengah jam lalu. Namun baginya, kemenangan malam itu baru benar-benar terasa ketika tribun kembali bersih.(son)

Laman:

1 2
0 Komentar