“Selain prasastinya dan barang-barang sejarahnya, yang penting adalah wawasan sejarahnya. Museum ini pada dasarnya dibangun untuk menjadi pendukung Prasasti Batutulis, sehingga pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga memahami sejarah Kerajaan Pajajaran Sunda dan makna di balik berbagai koleksi,” katanya.
Setiap hari operasional, Museum Pajajaran menyiagakan sekitar dua hingga tiga edukator untuk mendampingi pengunjung.
Pengunjung yang datang tidak perlu melakukan reservasi. Mereka cukup datang langsung ke museum dan dapat meminta pendampingan tour guide selama edukator sedang tersedia.
Baca Juga:Polres Bogor Gelar Razia Besar, Lima Motor Diduga Curanmor Diserahkan ke SatreskrimTata PKL Demi Estetika, Pemkab Bogor Siapkan Relokasi Pedagang di Taman Siliwangi
“Kalau tour guide-nya sedang mendampingi yang lain, tinggal bergabung saja. Kami tidak pakai sistem booking, datang langsung saja, nanti bisa bilang ingin didampingi tour guide,” tuturnya.
