JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Siliwangi, Cibinong.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga estetika kawasan taman tanpa menghilangkan mata pencaharian para pedagang yang selama ini berjualan di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 16 hingga 20 pedagang yang berjualan di depan Kantor Inspektorat.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
Ke depan, para pedagang tersebut akan direlokasi ke lokasi khusus di dalam kawasan Taman Siliwangi dengan konsep yang lebih tertata.
“Kita akan cari tempat yang bagus untuk mereka berjualan, tidak lagi seperti sekarang, tetapi ditata agar lebih rapi dan tetap nyaman,” ujar Eko, Kamis (30/7).
Eko menegaskan, Pemkab Bogor tidak akan membuka kesempatan bagi pedagang baru untuk menempati lokasi tersebut. Fasilitas yang disiapkan hanya diperuntukkan bagi pedagang yang selama ini telah berjualan di sekitar Taman Siliwangi. Dari jumlah pedagang yang ada, sekitar 15 orang akan diakomodasi menempati lokasi baru.
“Yang kita akomodasi hanya pedagang yang sudah ada sekarang. Bukan berarti setelah informasi ini keluar lalu pedagang baru bisa masuk. Itu tidak akan kita lakukan,” tegasnya.
Menurut Eko, lokasi berjualan nantinya akan menggunakan fasilitas nonpermanen yang mudah dipindahkan apabila diperlukan. Konsep tersebut dipilih agar penataan kawasan tetap fleksibel tanpa mengurangi keindahan Taman Siliwangi.
Pelaksanaan penataan masih menunggu ketersediaan anggaran. Setelah anggaran disiapkan, pembangunan fasilitas bagi pedagang akan segera dilaksanakan.
“Arahan Pak Bupati jelas, pedagang tetap harus diberi ruang untuk mencari nafkah. Namun, taman juga harus tetap indah, nyaman, dan tidak terlihat kumuh. Jadi, ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan estetika kawasan,” pungkasnya.
