Lanud Husein Sastranegara akan Perketat Pengawasan usai Bandara Husein Direaktivasi 17 Agustus Nanti 

Pekerja menyelesaikan perbaikan fasilitas di kawasan Bandara internasional Husein Sastranegara, Kota Bandung,
Pekerja menyelesaikan perbaikan fasilitas di kawasan Bandara internasional Husein Sastranegara, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES- Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, mengaku akan memperketat pengawasannya usai Bandara Husein Sastranegara direaktivasi pada tanggal 17 Agustus 2026 nanti.

Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsma TNI M.D. Irman Fathurrahman mengatakan, hal ini sengaja dilakukan sebagai wujud menciptakan kemanana dan kenyamanan pasca Bandara Husein Sastranegara direaktivasi.

“Untuk sistem pengamanan seluruhnya kita siapkan, baik dari Avsec (Aviation Security) maupun dari Satpom Lanud Husein Sastranegara maupun dari Sat Intel kita. Semuanya berkolaborasi jadi satu,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis, (23/7) kemarin.

Baca Juga:Golkar Cianjur Komitmen Kawal Pelaksanaan Tatib dan Tata Beracara Baru DPRDKasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Masih Tinggi, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

Sementara itu, disinggung mengenai taksi atau ojek online (ojol) yang kerap mengatakan penumpang hingga ke Bandara Husein Sastranegara, Iraman menyebut bahwa nantinya akan dibatasi.

“Ojol itu salah satu sarana yang mempermudah kita, kita tampung semuanya tetapi tetap dibatasi supaya tidak semrawut,” ungkapnya.

Sejumlah prosedur atau persyaratan, nantinya kata dia akan dikeluarkan oleh Lanud Husein Sastranegara agta driver taksi maupun ojol bisa mengantarkan penumpangnya hingga ke bandara.

“Atinyamereka juga tetap melalui prosedur-prosedur yang kita keluarkan. Seperti mengajukan (surta resmi) melalui koperasi kita, kemudian kita berikan beberapa slot maksimal misalnya hanya lima motor, lima mobil atau sepuluh motor. Itu nanti ditentukan oleh koperasi, dan nanti akan disatukan dalam satu counter. Jadi kita akan menampung semuanya, asal mereka harus melalui surat kepada kita,” ujarnya.

Meski begitu, Irman menuturkan belum bisa menyebutkan secara rinci terkait kuota yang nantinya diberikan kepada taksi maupun ojol tersebut.

“Karena kadang-kadang tidak ada sama sekali selama tiga hari berturut-turut. Nah itu kan kasihan ini. Nah melihat dari itu kita lihat saja dulu coba tiga tiga tiga dulu beberapa beberapa yang sudah mengajukan ya ojek online itu cuma itu Grab sama itu sama Gojek yang sudah ada itu dan sudah kita tampung,” pungkasnya.

Sebelumnya, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, kini dilaporkan telah mencapai 95 persen.

Baca Juga:Universitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AIWabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari Kesalahan

“Sampai saat ini, baik dari terminal internasional maupun terminal domestik (Bandara Husein Sastranegara) sudah sekitar 95 persen. Kemudian untuk fasilitas pendukung lainnya seperti parkiran, kemudian lalu lintas, pengaturan lalu lintas, sekitar 98 persen,” kata Irman.

0 Komentar