“Kita memiliki ribuan pelaku UMKM, potensi wisata yang mendunia, sektor pertanian dan peternakan yang kuat, serta masyarakat yang religius dan produktif. Seluruh potensi ini harus dikelola secara terintegrasi agar memberikan manfaat ekonomi yang maksimal,” ucapnya.
Menurut Duddy, pembangunan ekosistem halal tidak cukup hanya berfokus pada sertifikasi produk. Dibutuhkan tata kelola yang mampu melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga lembaga keagamaan.
“Kolaborasi pentahelix menjadi kunci utama. Dengan sinergi yang kuat, pengembangan ekosistem halal akan mampu meningkatkan daya saing daerah, menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya. (Wit)
