Jabar Ekspres – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan melalui pengembangan Sekolah Rakyat di Kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua kementerian pada Kamis (23/7/2026).
Dalam kolaborasi ini, Kementerian Pariwisata menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat serta tambahan 2 hektare untuk fasilitas olahraga bersama.
Baca Juga:Golkar Cianjur Komitmen Kawal Pelaksanaan Tatib dan Tata Beracara Baru DPRDKasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Masih Tinggi, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat di lingkungan Poltekpar NHI Bandung merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperluas pemerataan pendidikan melalui kolaborasi lintas kementerian.
“Menindaklanjuti arahan Presiden, kita akan berusaha bekerja bersama-sama dengan banyak kementerian, salah satunya Kementerian Pariwisata. Tentu juga dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri untuk menghadirkan gedung permanen di Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Para siswa akan mendapatkan pendampingan selama 24 jam dengan lingkungan belajar yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Sekolah Rakyat ingin menghadirkan proses pembelajaran dengan lingkungan yang berkualitas dan mempersiapkan anak-anak kita menjadi Generasi Emas 2045,” katanya.
Menurut Saifullah, peserta didik Sekolah Rakyat tidak mendaftar secara mandiri. Pemerintah melakukan penjangkauan terhadap anak-anak yang putus sekolah, berpotensi putus sekolah, maupun belum pernah mengenyam pendidikan sesuai usia sekolah.
Gedung permanen yang akan dibangun di kawasan Poltekpar NHI Bandung nantinya diproyeksikan mampu menampung lebih dari 2.000 hingga sekitar 2.500 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga:Universitas Galuh dan UTHM Malaysia Kolaborasi Digitalisasi Folklor Serumpun Berbasis AIWabup Tasikmalaya: Pemeriksaan BPK Jangan Dipandang untuk Cari-cari Kesalahan
Jika seluruh persyaratan, seperti kesiapan lahan, akses jalan, air bersih, hingga dokumen lingkungan telah terpenuhi, pembangunan diharapkan dapat dimulai tahun ini.
Namun apabila belum siap, proyek akan dilaksanakan pada tahun berikutnya dan ditargetkan rampung paling lambat pada 2028.
Saifullah juga menegaskan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata tidak mengubah konsep dasar Sekolah Rakyat. Namun, siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang pariwisata akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan sesuai potensinya.
