“Lulusan harus menjadi orang yang bisa dipercaya, kemudian mereka harus punya kemampuan menjadi pemecah masalah (problem solver), dan juga memiliki kapabilitas yang sangat tinggi. Insyaallah itu akan menjadi bekal bagi mereka untuk sukses di tengah masyarakat,” ujarnya.
Alumni Diminta Menjadi Agen Solusi
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, Prof Didi mengingatkan para lulusan agar tidak sekadar menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, setiap lulusan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat sesuai dengan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UPI.
Baca Juga:Honda ADV Indonesia Cimahi Chapter Pererat Brotherhood Melalui Extra Ride Part 2Cara Memilih Top Up Free Fire Murah yang Aman dari Penipuan Online
“Mudah-mudahan para alumni kita ini tidak menjadi penyebab masalah, tetapi menjadi solusi untuk setiap persoalan yang ada. Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik kita mampu mencari solusi atas persoalan yang kita hadapi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prof Didi juga menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilainya bertentangan dengan nilai religius serta nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak tergiur dengan janji memperoleh kekayaan secara instan melalui cara-cara yang melanggar hukum maupun norma sosial.
“Tidak ada upaya yang bisa membuat kita sukses apalagi kaya dalam waktu yang singkat melalui tindakan seperti judi online. Kita harus bekerja keras secara terarah dan mengerahkan segala daya untuk memperoleh penghasilan yang wajar,” tegasnya.
Menurut Prof Didi, pemberantasan judi online bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi setiap individu.
Dukung Solusi Kekurangan Guru
Pada kesempatan yang sama, Prof Didi turut menanggapi pelaksanaan program kolaborasi Probidik Gema Jabar yang melibatkan mahasiswa kependidikan untuk membantu sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.
Ia menilai kehadiran mahasiswa di ruang-ruang kelas merupakan langkah strategis agar proses belajar mengajar tetap berlangsung sambil menunggu pemenuhan kebutuhan guru secara permanen.
Baca Juga:Begini Cara Mudah Anti Ribet Dapat Tiket Lari Tangerang 10KPLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat Kolaborasi Wujudkan Penataan Lingkungan yang Tertib dan Estetik
“Daripada kelas kosong dan tidak ada guru yang mengajar, kita sebagai Universitas Pendidikan merasa terpanggil. Ini merupakan solusi sementara, bukan menggantikan guru honorer ataupun menghalangi pengangkatan guru baru,” jelasnya.
