Sugeng mengatakan dirinya harus terus-menerus membersihkan meja dan peralatan dagang karena debu tidak pernah berhenti masuk.
“Kalau begini juga risih, debunya terus masuk ke dalam. Jadi saya harus terus membersihkan,” katanya.
Ia menambahkan, para pembeli juga mulai mengeluhkan kondisi tersebut karena debu masuk ke area tempat makan dan dikhawatirkan mencemari makanan.
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
“Pembeli juga banyak yang ngeluh karena sekarang berdebu terus-terusan. Makanan juga mungkin terdampak. Jujur capek harus terus ngelap, tapi mau gimana lagi,” jelasnya.
Sugeng berharap ada solusi yang segera diberikan agar persoalan debu tidak terus berlarut. Ia juga mendengar tuntutan warga yang menginginkan aktivitas perusahaan dihentikan sementara hingga permasalahan terselesaikan.
“Kalau kata warga kemarin, solusinya aktivitasnya ditutup dulu. Karena ini sudah mengganggu, debunya bikin batuk, kadang sesak, dan keluarga saya juga ikut terdampak,” pungkasnya.(Bas)
