JABAR EKSPRES – Maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal di wilayah Bandung, kini mulai mendapat sorotan dari Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Pipit Rismanto.
Dalam pernyataannya, Pipit meminta kepada seluruh jajaran anggota kepolisian di Jawa Barat khususnya Bandung agar dapat menindak secara tegas dan terukur kepada seluruh pelaku begal.
“Saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang (HAM),” katanya, Sabtu, (18/7).
Baca Juga:Tagana di Tasikmalaya Masuk Sekolah, Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak DiniEkspor Satu Pintu Diklaim Mampu Dongkrak Harga Komoditas dan Pendapatan Petani?
Sebelum menjabat menjadi Kapolda Jabar, Pipit mengaku bahwa dirinya telah melakukan riset dan survei terhadap kondisi Jawa Barat saat ini. Ia menyebut, salah satu kondisi yang banyak disampaikannya, yakni masalah kejahatan atau begal.
Oleh karena itu, selain menindak tegas dan terukur, ia meminta anggota kepolisian juga untuk bekerja secara proposional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah khususnya kepada para pelaku kejahatan.
“Setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Apakah seseorang benar pelaku begal atau bukan, tidak bisa serta-merta disimpulkan begitu saja. Karena itu tindakan harus benar-benar proporsional. Yang kami maksud bukan sekadar tembak di tempat, melainkan tindakan tegas yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi dan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mampu berkolaborasi dengan aparat kepolisian dalam memberantas aksi kejahatan khususnya begal yang hingga kini kian marakm
“Mohon bantuannya dan mohon informasinya. Segera laporkan apabila ada kejadian yang memerlukan respons kepolisian. Polisi yang tidak merespons laporan dan informasi dari masyarakat akan kami evaluasi karena tugas kepolisian adalah merespons harapan dan informasi dari masyarakat secara cepat,” pungkasnya.(San).
