JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengambil alih penanganan polemik proyek cut and fill Perumahan Savona Hills dengan menghentikan sementara aktivitas di lokasi.
Langkah tersebut ditempuh menyusul penolakan warga terhadap aktivitas pengerukan lahan di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, yang dinilai berpotensi memicu longsor dan mengancam permukiman di sekitarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim, mengatakan penghentian sementara dilakukan setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:Proyek Cut and Fill PT GAN Property Ancam Permukiman Warga di Padalarang!Cut and Fill Jalan Pengganti Saleh Danasasmita Bogor Dimulai, Lima Pohon Dipangkas dan Kabel Utilitas Ditata!
Hasil koordinasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menerjunkan personel Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke lokasi proyek.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Selanjutnya kami mengirim personel Satpol PP bersama DLH untuk menghentikan sementara aktivitas di lokasi,” kata Ade, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, penghentian sementara dilakukan agar seluruh persoalan yang muncul di lapangan dapat diselesaikan terlebih dahulu, termasuk komunikasi antara pengembang dengan masyarakat sekitar.
Sebelumnya, warga RT 03 RW 20 Desa Jayamekar melakukan aksi penyegelan area proyek sebagai bentuk protes terhadap aktivitas cut and fill Perumahan Savona Hills yang dikembangkan PT Graha Adikreasi Nusantara (GAN) Property.
Warga menilai pengerukan lahan yang berada di dekat permukiman berpotensi menimbulkan pergerakan tanah dan longsor. Mereka meminta seluruh pekerjaan dihentikan sampai pengembang dapat menjelaskan kajian teknis, dampak pembangunan, serta langkah mitigasi yang akan dilakukan.
Ketua RT 03 Desa Jayamekar, Iyus Rosmana, menegaskan warga tidak menolak pembangunan, namun menginginkan jaminan keselamatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
“Kami berharap seluruh kajian dan sistem pengamanan dijelaskan secara terbuka. Keselamatan warga harus menjadi prioritas sebelum pembangunan dilanjutkan,” ujarnya.
Baca Juga:Pembekuan Izin Perumahan Tekan Investasi, Sejumlah Proyek di Bandung Barat TertahanMasifnya Pembangunan Perumahan, Kabupaten Bandung Barat Masuk Fase Krisis Bencana
Sementara itu, PT GAN Property menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan memilih menghentikan sementara aktivitas proyek.
Pengembang juga berencana melakukan sosialisasi kepada warga mengenai rencana pembangunan beserta sistem pengamanan lereng yang akan diterapkan.
“Kami menghormati aspirasi warga. Untuk sementara aktivitas dihentikan sambil menunggu koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Petugas Lapangan PT GAN Property, Dio. (Wit)
