KABUPATEN BANDUNG – Dengan semangat ramah dan penuh makna, SMAN 1 Nagreg membuka Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026. Mengusung tema MPLS Pancawaluya, kegiatan ini memadukan arahan Kemendikdasmen tentang MPLS yang menyenangkan dengan program karakter Pancawaluya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala SMAN 1 Nagreg, Toteng Suhara, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa MPLS tahun ini dirancang secara matang agar siswa baru langsung merasa nyaman dan betah sejak hari pertama. “Sesuai arahan pusat dan provinsi, MPLS harus ramah, menyenangkan, serta membuat siswa merasa seperti di rumah sendiri. Kami menerapkan sapa pagi yang hangat dan suasana kekeluargaan sehingga mereka bahagia dan siap belajar,” ujar Toteng Suhara pada Kamis (16/7/2026).
Lebih lanjut, Toteng menjelaskan bahwa sekolah segera membiasakan siswa dengan nilai-nilai Pancawaluya yang menjadi ciri khas Jawa Barat. Nilai-nilai tersebut meliputi cager (percaya diri), bager (berani), benar (jujur), pintar, tursinger (tangguh), serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai puncaknya. “Kami telah memetakan titik-titik prioritas untuk aksi nyata bersama pengawas. Tujuannya menciptakan lingkungan sekolah yang asri, indah, bersih dari sampah, dan bebas coretan. Ini bukan sekadar program sementara, melainkan komitmen jangka panjang,” tegasnya.
Baca Juga:BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Bandung, Warga Bisa Jajal Teknologi Dual Mode TerbaruGesit dan Super Irit, BYD M6 DM PHEV Kuasai Tanjakan Ciater-Lembang
Menurut Toteng, MPLS yang terstruktur dengan baik akan memperlancar transisi siswa dari SMP ke SMA. Siswa baru yang masih membawa kebiasaan lama dikenalkan secara bertahap dengan struktur kurikulum SMA, budaya sekolah, serta target jangka panjang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Di masa remaja yang penuh godaan, kami melibatkan Kepolisian dan TNI untuk memberikan pembekalan agar siswa terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba dan kenakalan remaja,” katanya.
Sekolah juga membuka dua kelas unggulan bernama Kelas Maung. Kelas ini diseleksi ketat berdasarkan prestasi akademik siswa dan diharapkan menjadi wadah bagi calon-calon pemimpin yang mampu lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tanpa tes. “Target kami jelas, meningkatkan angka kelulusan ke perguruan tinggi setiap tahun,” papar Toteng.
