“Makanya dalam pelaksanaan SPMB kita semua guru dilibatkan, termasuk dalam mengawasi aktivitas dari OSIS yang juga sebagai panitia,” bebernya.
Fanny menuturkan, pelaksanaan SPMB dilakukan SMA Bina Muda, puncak kegiatannya itu dilakukan dengan kemping bersama di Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Guna mencegah timbulnya aktivitas yang berpotensi terhadap perpeloncoan, semua guru pun diminta turut bermalam alias kemping dengan peserta didik baru.
Baca Juga:JNE Gelar JLC Member Gathering Perdana di Bandung, Bekali Pelaku Usaha Strategi Bisnis dan Perluas JejaringDukung Transisi Energi Nasional, Bio Farma Gandeng PGN Group Manfaatkan CNG di Fasilitas Produksi
“Siswa diawasi panitia, panitia diawasi guru. Selain itu, orangtua siswa juga dibolehkan datang untuk bawakan makanan atau perlengkapan yang kurang,” tuturnya.
“Kegiatan kemping bersama akan menjadi momentum tahunan yang cukup dinanti.Momen kemping tahunan ini agar dijadikan untuk saling mengenal, saling akrab dan saling mengetahui karakter satu sama lain,” pungkas Fanny. (Bas)
