Ancaman Krisis Ekologi Mengintai, KPID Jabar Ajak Lembaga Penyiaran dan Masyarakat Peduli Lingkungan

Ancaman Krisis Ekologi Mengintai, KPID Jabar Ajak Lembaga Penyiaran dan Masyarakat Peduli Lingkungan
Sejumlah warga saat mengikuti edukasi soal Isu Ekologi di Cimahi, Kamis (16/7). (son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Isu lingkungan jadi salah satu yang tengah disoroti Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat. Pihaknya mendorong lembaga penyiaran dan masyarakat bisa lebih peduli terhadap masalah itu, sehingga tak hanya muncul ketika kejadian tapi juga edukasi pencegahan.

Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet menguraikan, masalah lingkungan ini sebenarnya sudah cukup krusial di Indonesia. Termasuk didalamnya adalah Jawa Barat.

Masalah ekologi ini kalau dibiarkan akan mengancam masyarakat. Bentuknya adalah berbagai bencana alam. Beberapa kali bencana alam itu juga telah terjadi di Jawa Barat. Itu salah satunya juga dipicu oleh kerusakan lingkungan.

Baca Juga:Demi Bertahan di Tengah Krisis Air, Warga Bubulak Bogor Endapkan Air Sungai yang Keruh Eceng Gondok Kian Meluas, Pemda KBB Bakal Turunkan Alat Berat ke Sungai Citarum

Menurut Adiyana, isu soal ekologi ini jarang jadi perhatian masyarakat termasuk lembaga penyiaran. Sorotan baru muncul ketika sudah terjadi bencana.

Padahal sebenarnya pantauan terhadap isu ekologi ini juga merupakan mandat dari regulasi. Yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002. “Berkaitan dengan arah televisi dan radio di Indonesia, salah satunya bertanggung jawab untuk pelestarian lingkungan hidup, tuturnya dalam dialog yang digelar di Cimahi, Kamis (16/7/2026).

Adiyana mengakui bahwa memang tidak ada aturan yang mewajibkan lembaga penyiaran memberi porsi khusus soal isu ekologi, sebagaimana porsi untuk konten lokal. Tapi sudah semestinya lembaga penyiaran Tanah Air bisa peduli dengan persoalan itu.

“Jika bicara jujur, lembaga penyiaran yang mencoba mengangkat isu lingkungan hidup ini masih sangat sedikit. Maka dari itu, program ini hadir untuk mengingatkan mereka,” cetusnya.

Di sisi lain, KPID juga mendorong masyarakat untuk ikut aktif, misalnya menemukan masalah ekologi atau lingkungan bisa melaporkan. Termasuk kepada sejumlah lembaga penyiaran yang ada di Jawa Barat.

Selain imbauan, KPID juga ikut bergerak langsung dengan beberapa aksi menanam pohon. “Jadi jangan hanya bergerak saat bencana sudah terjadi. Tapi juga edukasi pencegahannya,” cetusnya.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang menambahkan, ancaman bencana di Jawa Barat itu bisa dibilang cukup serius, contoh terdekat adalah Sesar Lembaga.

Baca Juga:Pemkab Perkuat Mitigasi, Bandung Barat Rawan KekeringanBPBD Ciamis Distribusikan 15.000 Liter Air, Pemkab Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Situasi semacam ini juga butuh edukasi yang kuat. “Masyarakat belum paham cara memitigasinya, termasuk titik mana saja yang tidak boleh didiami. Informasi itu banyak yang blank di masyarakat. Di sinilah lembaga penyiaran harus didorong ke arah sana,” cetusnya.

0 Komentar