JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiapkan langkah terpadu untuk memulihkan Waduk Saguling, mulai dari penanganan eceng gondok hingga penguatan pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.
Saat ini, perairan Waduk Saguling masih ditutupi eceng gondok. Selain mengganggu fungsi perairan, keberadaan gulma tersebut juga menghambat aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat berkembangnya populasi nyamuk.
Kondisi itu mendorong Pemkab Bandung Barat memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar upaya pemulihan ekosistem dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga:Pemkab Perkuat Mitigasi, Bandung Barat Rawan KekeringanPAN Jabar Apresiasi Komitmen Pemkab Bandung Barat Jalankan Pembangunan di Tengah Keterbatasan Anggaran
“Penanganan eceng gondok selama ini terus kami lakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Indonesia Power, Program Citarum Harum, Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGER SAGULING), serta masyarakat,” ujar Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail di Ngamprah, Rabu (15/7/2026).
Menurut Asep, luasnya kawasan yang terdampak membuat penanganan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat agar pemulihan ekosistem Waduk Saguling dapat dipercepat.
“Pemulihan Waduk Saguling membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis penanganan eceng gondok dan pemulihan ekosistem dapat berjalan lebih cepat serta berkelanjutan,” katanya.
Selain memulihkan ekosistem waduk, Pemkab Bandung Barat juga terus memperkuat penanganan persoalan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan.
“Bukan hanya eceng gondok, persoalan sampah juga menjadi perhatian kami dan terus diupayakan penanganannya secara bertahap,” ujar Asep.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Ibrahim Aji mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan untuk menyusun program yang terintegrasi, memperkuat sumber daya, serta memastikan berbagai upaya pelestarian lingkungan berjalan secara berkesinambungan.
Baca Juga:Manfaatkan Perjanjian Dagang, Mendag Dorong Ekspor Industri Padat Karya Tagana Kabupaten Tasik Gerak Cepat Salurkan Air Bersih ke Cibalanarik
“Pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Seluruh elemen harus bergerak bersama agar pemulihan Waduk Saguling dan penanganan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Ibrahim.
Dalam upaya memperkuat gerakan pelestarian lingkungan, juga diperkenalkan Gerakan Tobat Ekologi, yakni gerakan moral, sosial, dan spiritual untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga dan memulihkan lingkungan hidup. Gerakan tersebut akan diperkuat melalui momentum Hari Danau sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian Waduk Saguling.
