MATAMUDA MTsN Cimahi Tekankan Anti-Perundungan, Bahaya Narkoba dan Penguatan Akhlak Siswa Baru

Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun Bersama Jajaran saat Foto Bersama Siswa-siswi Baru dalam Pelaksanaan Matamud
Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun Bersama Jajaran saat Foto Bersama Siswa-siswi Baru dalam Pelaksanaan Matamuda tahun Pelajaran 2026/2027/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

Ia menilai penggunaan bahasa di kalangan remaja saat ini mulai menjauh dari nilai-nilai keagamaan. Oleh sebab itu, sekolah memberikan penguatan melalui berbagai materi keislaman selama kegiatan MATAMUDA berlangsung.

“Dari segi bahasa, siswa-siswi saat ini sudah banyak yang memang sangat jauh dengan nilai-nilai agama. Maka dari dini pihak MTsN Cimahi mengingatkan, termasuk hal-hal itu juga. Makanya ada materi keagamaan di situ. Termasuk materi shalat, keseharian, zikir, itu diberikan juga,” jelas Ade.

Menurutnya, pembiasaan ibadah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan karakter siswa.

Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan

“Karena, anak-anak tidak akan terlepas dengan dia beribadah kepada Allah, maka sebagian materinya ada di bidang keagamaannya, materi keagamaan di MATAMUDA tersebut,” tambahnya.

Selain membangun karakter, kegiatan ini juga bertujuan mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi dilakukan peserta didik selama menjalani pendidikan di madrasah.

“Lebih lanjut, dengan antisipasi-antisipasinya supaya mereka tidak melakukan hal-hal pelanggaran-pelanggaran dan lain sebagainya. Makanya diharapkan betul-betul siap dan anak-anak bisa mengikuti dengan arahan-arahan dari sekolah,” ucapnya.

Selama tiga hari pelaksanaan MATAMUDA, siswa mengikuti rangkaian kegiatan sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 16.10 WIB.

Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada umumnya karena materi yang diberikan lebih padat sekaligus menyesuaikan jam belajar di MTs Negeri Cimahi.

“Yang diharapkan sekolah, makanya komplit kita, dalam 3 hari ini dari mulai jam 07.00 pagi anak masuk, kemudian jam 16.10 sore mereka baru pulang. Kenapa tidak seperti MPLS? MPLS kan jam 14.00 siang udah pulang, jam 13.00 siang udah pulang. Kenapa? Karena bobot materi yang banyak, kemudian memang karena KBM di kita itu sudah biasa jam 16.15 sore itu baru pulang,” terang Ade.

Ia mengatakan, pola tersebut sekaligus menjadi proses adaptasi bagi siswa baru yang sebelumnya terbiasa pulang lebih awal saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026

“Sehingga mereka ketika mengikuti kegiatan pembelajaran mereka sudah siap betul-betul, karena dibiasakan. Ya, diadaptasikan selama 3 hari ini, yang biasa mereka di SD-nya pulang jam 12.00 atau 13.00, di MtsN Cimahi sendiri langsung diberikan pembiasaan pulang jam 16.00. Sehingga mereka ketika belajar betul-betul siap. Itu lebih menekankan kepada akhlak, komplit ada ini, sini materi keagamaan,” tutup Ade. (Mong)

0 Komentar