JABAR EKSPRES – Sejumlah sekolah swasta di Jawa Barat mengaku dirugikan setelah banyak calon peserta didik yang semula tercatat akan disalurkan melalui Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, batal melakukan daftar ulang.
Salah satunya dialami SMA Al Kenzie, Kota Bandung. Sebanyak 32 calon siswa yang berdasarkan sistem dinyatakan akan diterima di sekolah tersebut, ternyata tidak satu pun melakukan daftar ulang. Belakangan diketahui, mereka justru diterima di sejumlah sekolah negeri.
Kepala SMA Al Kenzie, Asep Ropik, mengatakan hingga saat ini sekolahnya hanya memperoleh dua siswa baru yang mendaftar melalui jalur reguler atau di luar Program SSK.
Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan
Menurut Asep, SMA Al Kenzie telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program SSK. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen untuk membantu menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Semangatnya adalah membangun kolaborasi yang baik dengan Pemprov. Dengan adanya MoU itu, kami siap menerima limpahan siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri,” ujarnya, Rabu (15/7).
Selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berlangsung dalam dua tahap, sistem menunjukkan ada 32 calon siswa yang akan ditempatkan di SMA Al Kenzie sebagai pilihan terakhir setelah tidak diterima di sejumlah sekolah negeri.
“Itu terlihat dari sistem yang pilihan terakhir siswa ketika tidak diterima beberapa sekolah negeri. Mereka diterima di kami (Al Kenzie. Red),” jelasnya
Namun, saat masa daftar ulang pada 13–14 Juli berakhir, tidak satu pun dari 32 calon siswa tersebut datang untuk melakukan registrasi ulang.
Merasa janggal, pihak sekolah kemudian mencoba menghubungi sejumlah calon siswa untuk meminta klarifikasi.
“Kami coba deteksi dan konfirmasi via telepon, ternyata anehnya mereka malah diterima di sekolah negeri semua,” cetusnya.
Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026
Asep menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan penambahan kuota di sekolah negeri yang dilakukan setelah proses penyaluran siswa ke sekolah swasta melalui Program SSK.
Menurutnya, kejadian serupa tidak hanya dialami SMA Al Kenzie. Berdasarkan komunikasi dengan sejumlah pengelola sekolah swasta lainnya, banyak sekolah mengalami kondisi yang sama, meski jumlah siswa yang batal daftar ulang berbeda-beda.
