Deni mengungkapkan, berkurangnya jumlah peserta didik baru tidak hanya dipengaruhi jumlah anak usia sekolah yang semakin sedikit, tetapi juga perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar sekolah.
Ia menjelaskan, mayoritas siswa SDN Bojongasih 02 berasal dari keluarga pendatang yang bekerja di kawasan industri Dayeuhkolot.
Ketika aktivitas industri masih berkembang, jumlah siswa di sekolah tersebut pernah mencapai sekitar 600 orang.
Baca Juga:Bocoran Materi MPLS Ramah 2026, Penting untuk Calon Peserta Contoh Desain Banner MPLS Ramah 2026, Editable dan Gratis!
Namun, dalam beberapa tahun terakhir kondisi itu berubah. Banyak perusahaan di sekitar Dayeuhkolot berhenti beroperasi maupun melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga banyak keluarga pekerja memilih pindah ke daerah lain. Dampaknya, jumlah anak yang mendaftar ke SDN Bojongasih 02 ikut menurun.
“Kalau pabriknya atau usaha-usaha yang lain ini berjalan, mungkin akan lebih banyak. Karena di sini kebanyakan perusahaan-perusahaannya yang bangkrut,” ungkapnya.
Selain itu, Deni juga menilai pertumbuhan jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
“Berkurangnya karena mungkin pertambahan penduduk dan anak-anak usia wajib belajar ini sangat-sangat kurang,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap optimistis jumlah peserta didik dapat bertambah karena proses penerimaan siswa baru masih memungkinkan apabila ada warga yang baru pindah ke wilayah Bojongasih.
Di sisi lain, SDN Bojongasih 02 juga masih menghadapi tantangan banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan Dayeuhkolot. Kendati bangunan sekolah telah direvitalisasi melalui peninggian lantai sekitar satu meter, proses belajar mengajar tetap sering terdampak ketika banjir merendam permukiman warga.
Menurut Deni, saat kondisi banjir cukup tinggi, siswa kesulitan datang ke sekolah sehingga pembelajaran terpaksa dipindahkan ke balai desa atau dilakukan secara daring.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun Terjadi di Kawalu, Pengemudi Fortuner Diduga Masih Remaja Bawah UmurFebrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Sebut Demi Menjaga Integritas Institusi
“Kalau sekolah sekarang alhamdulillah sudah mendapatkan bantuan revitalisasi, jadi bangunannya tidak terlalu tergenang. Tetapi kendalanya warga Bojongasih semuanya kebanjiran. Jadi kadang kegiatan belajar kami alihkan ke balai desa ataupun dilakukan secara daring,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah terus melanjutkan upaya penanganan banjir di kawasan Dayeuhkolot melalui pembangunan polder atau sistem penyedotan air menuju Sungai Citarum seperti yang telah diterapkan di wilayah Andir, Kecamatan Baleendah.
