HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Teguhkan Komitmen Polri Semakin Dekat dengan Masyarakat

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Teguhkan Komitmen Polri Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra saat Potong Tumpeng usai Upacara Peringatan HUT Bhayangkara RI ke-80 di Mapolres Cimahi (Mong)
0 Komentar

“Baik tingkat Polres, kemudian dikirim ke tingkat Polda maupun ke tingkat Mabes Polri,” katanya.

Niko berharap usia delapan dekade Polri menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Harapannya Polri ke depan semakin menjadi pribadi yang lebih baik dan dicintai masyarakat, semakin solid, serta bisa memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat se-Indonesia, khususnya wilayah Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Baca Juga:Sertifikasi Halal Jadi Kunci UMK Tembus Pasar Nasional hingga EksporKerja Sama Indonesia-Belarus Kian Menguat, Target Nilai Perdagangan Tembus US$500 Juta

Selain upacara, peringatan HUT ke-80 Polri di Polres Cimahi, juga diisi dengan sejumlah atraksi. Mulai dari penampilan Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Cimahi, pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba, hingga simulasi penanganan gangguan keamanan.

Niko mengatakan penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kemampuan personel sekaligus pembinaan yang dilakukan kepolisian terhadap masyarakat.

“Tadi juga ada pemberian beberapa piagam dari beberapa perlombaan yang sudah dilalui beberapa waktu ke belakang. Kemudian karena Polres Cimahi juga melakukan pembinaan terhadap beberapa Pocil, akhirnya tadi tampil juga Pocil, dan kemudian ada simulasi,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, skenario penanganan tawuran antar pelajar menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian. Selain itu, Satuan K-9 Polres Cimahi juga menunjukkan kemampuan dalam mendukung tugas kepolisian.

Niko menjelaskan, saat ini Polres Cimahi memiliki empat ekor anjing pelacak yang telah menjalani pelatihan untuk membantu berbagai kebutuhan operasional.

“Baik K-9 yang sudah kita latih beberapa tahun ke belakang untuk bisa mengantisipasi. K-9 itu adalah satwa anjing yang kita punya, kurang lebih ada empat hewan yang bisa kita pergunakan untuk membantu tugas kepolisian,” jelasnya.

Selain kemampuan K-9, simulasi juga menggambarkan penanganan situasi dengan eskalasi meningkat, salah satunya konflik antar pelajar.

Baca Juga:Implementasi B50 Dinilai Berpotensi Menaikkan Biaya Perawatan Mesin, Meski Perkuat Ketahanan EnergiMenkeu Kaji Ulang Pajak Pencairan JHT, Fokus pada Aspek Keadilan Peserta

Menurut Niko, pemilihan skenario tawuran pelajar dilakukan karena menjadi salah satu bentuk dinamika keamanan yang perlu diantisipasi, terutama melihat posisi wilayah hukum Polres Cimahi yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

“Tujuannya adalah seperti itu. Karena memang sebenarnya beberapa dinamika di lapangan tentunya sangat berbeda. Ada mungkin pencurian, tapi kami ambil satu objek terkait dengan tawuran,” kata Niko. (Mong)

0 Komentar