JABAR EKSPRES – Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), terus mempertegas komitmennya dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.
Kapolda Jabar Komjen Pol Rudi Setiawan melalui pidatonya uang dibacakan oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Agustiadi Bachtiar, menyebut bahwa keberadaan Polri sepenuhnya adalah milik rakyat.
Oleh karena itu, tantangan kedepan menurutnya akan semakin kompleks dan tidak lagi bersifat konvensional, sehingga Polri khususnya Polda Jabar harus mampu memberikan pelayanan yang bersifat proaktif, humanis, hingga prediktif keapda masyarakat.
Baca Juga:Musim Kemarau Mulai Melanda Tasikmalaya, Sawah Mengering hingga Warga Antre Air di MasjidLiburan Sekolah Makin Seru! de Braga by ARTOTEL Hadirkan Paket Menginap Plus Wisata Mulai Rp789 Ribu
“Tantangan keamanan kini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan telah merambah pada dimensi digital, kejahatan transnasional, hingga dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang kompleks. Oleh karena itu ke depan, harapan, visi, dan misi Polda Jawa Barat bukan lagi sekadar menjadi alat penegak hukum yang reaktif, melainkan menjadi institusi pelayanan publik yang proaktif, humanis, dan prediktif,” ucapnya di Mapolda Jabar, Rabu, (1/7).
Melalui pidatonya, Adi Vivid menyebut bahwa saat ini ekspektasi masyarakat terhadap institusi Polri kini semakin tinggi. Terlebih dengan adanya Undang-Undang Polri yang baru, ia mengatakan bahwa telah tonggak sejarah yang menguatkan harapan publik.
Maka dari itu, di momentum peringatan HUT Bhayangkara ke- 80 Ini, ia menegaskan bahwa Polda Jabar akan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan serta keamanan khususnya kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mengedepankan kerja sama lintas sektoral dan pendekatan pentahelix, antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, akademisi, dan media dalam menghadapi berbagai agenda ke depan, di antaranya adalah Pengawalan program strategis nasional. Kami siap menjaga iklim investasi dan hilirisasi di Jawa Barat agar tetap kondusif dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat lokal. Dua ketahanan pangan dan sosial, kami mendukung penuh keberhasilan program makan bergizi gratis serta optimalisasi lahan pertanian di Jawa Barat,” ucapnya.
“Tiga pemberantasan penyakit masyarakat, yaitu membangun benteng bersama dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan instansi terkait untuk memberantas bahaya laten narkoba dan judi online yang merusak generasi muda penerus bangsa. Dan yang ke empat keamanan dan ketertiban, kami menjamin keamanan dan kedamaian di Tatar Pasundan dengan mengedepankan sinergitas tiga pilar: TNI-Polri, Pemda, hingga tingkat desa,” sambungnya.
