Kompetisi DBL sejak awal memang tidak hanya menghadirkan ruang untuk bertanding, tetapi juga membangun kultur yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kemampuan bekerja sama, serta profesionalisme. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus melekat pada para alumninya, apa pun bidang yang kemudian mereka pilih.
Perjalanan Viknes menunjukkan bahwa keberhasilan seorang alumni DBL tidak selalu bermuara pada karier sebagai atlet profesional. Ada yang menjadi dokter, pengusaha, akademisi, kreator, maupun profesional di industri kreatif. Seluruhnya berangkat dari fondasi karakter yang sama, yakni keberanian untuk berkembang, konsisten mengejar tujuan, dan mampu beradaptasi menghadapi tantangan baru.
Bagi Viknes sendiri, basket tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Dalam wawancara bersama DBL Indonesia sebelumnya, ia mengaku olahraga tersebut mengajarkannya banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, hingga kepercayaan diri. Pengalaman itulah yang kemudian turut membentuk mentalnya saat memasuki industri fashion yang kompetitif.
Baca Juga:RISPAM 2024–2044 Jadi Peta Jalan Air Minum Kabupaten Tasikmalaya, Cakupan Layanan Ditargetkan Tembus 40 PersenSemarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Perjalanan Viknes menjadi pengingat bahwa setiap pengalaman memiliki peran dalam membentuk masa depan. Lapangan basket mungkin menjadi titik awal, tetapi semangat untuk terus berkembang telah membawanya melangkah jauh hingga ke salah satu panggung fashion paling bergengsi di dunia.
